Moeldoko : NTB Luar Biasa

1
62

Mataram (Suara NTB) – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Kamis, 8 Maret 2018  bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan, Bonder, Lombok Tengah. Moeldoko disambut pengasuh pondok TGH A.Taqiuddin Manshur.

Moeldoko yang didampingi oleh Deputi IV Eko Sulistyo dan Tenaga Ahli Utama Abetnego Tarigan juga bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat dan ulama dari Lombok Tengah antara lain H. Lalu Mudjitahid, Tuan Guru Maarif Ma’mun, Ketua Anshor NTB Zamroni, dan Ketua Muslimat NU NTB.
Selain bertemu dengan para kiai dan ulama, juga berkesempatan untuk memberi tausiyah kepada sekitar 200 siswa dan santri muda pondok.
Di hadapan para tokoh dan ulama, Moeldoko mengakui bahwa alam NTB itu sungguh luar biasa. Dia pun sempat mencicipi buah-buah lokal seperti manggis, durian, dan rambutan yang istimewa. Moeldoko mengharapkan, ke depan potensi ini harus digarap lebih baik.

‘’Manggis misalnya, banyak diminati oleh negara-negara seperti Cina, Taiwan, Hongkong. Untuk upacara imlek ataupun kematian,’’ terangnya. Potensi NTB ini sangat besar.

‘’Jika dilihat dari titik berat pembangunan hari ini, maka Indonesia Timur mendapatkan perhatian yang luar biasa. Dulu pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di Jawa dan sebagian Sumatera. Sekarang, ini pemerintah mendorongnya ke seluruh Indonesia, terutama Indonesia Timur. Salah satunya adalah NTB,” katanya.
Presiden Jokowi sendiri sudah tujuh kali mengunjungi NTB dan bertemu dengan banyak pihak. Kedatangan Kepala Staf Kepresidenan ke NTB kali ini salah satunya bertujuan untuk mendengar dan mendapatkan masukan dari para tokoh, ulama, akademisi, budayawan, birokrat, dan penggiat sosial di NTB tentang berbagai program strategis yang ditujukan bagi masyarakat NTB.

Beberapa proyek strategis nasional yang dikerjakan pemerintah pusat di NTB adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, pengembangan jaringan Global Hub Kayangan, sejumlah bendungan di Pulau Sumbawa, dan pembangkit listrik bergerak (mobile power plant).
Moeldoko mengaku ingin lebih banyak mendengar dari kalangan ulama dan santri di NTB, akademisi dan tokoh masyarakat, sekaligus menjelaskan kebijakan-kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK.

Makanya kegiatan tersebut juga menggunakan tagar #SantriBicara #KSPMendengar. Tujuannya, supaya apa yang sedang dan akan dikerjakan oleh pemerintah, dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

‘’Untuk itu, kami ingin banyak mendengarkan, termasuk dari kalangan santri dan ulama,’’ kata Moeldoko. (kir/r)

1 KOMENTAR

  1. benar. ntb punya banyak komuditi pertanian. dan buah2an. mangga nanas rambutan salak tomat cabe juga tembakau. dam ikan laut. rumput laut. seandainya ada investor yang jeli pasti bikin pabrik pengalengan sari bhan2 tersebut. taruhlah indofood ato abc. dll mohon mengadakan survey.

Comments are closed.