NTB Belum Berstatus Siaga Kekeringan

Mataram (suarantb.com) – Meski ada wilayah di NTB yang telah mendapatkan bantuan pasokan air bersih, namun daerah ini belum siaga bencana kekeringan. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD NTB, Mohammad Rum, Selasa, 23 Mei 2017.

“Yang menetapkan siaga kekeringan itu kepala daerah, bupati/walikota. Dan sampai saat ini belum ada bupati/walikota yang menyatakan daerahnya siaga kekeringan,” jelasnya.

Untuk mengeluarkan status tersebut, Rum menyatakan akan dilakukan rapat koordinasi terlebih dulu. Layak atau tidak status tersebut dikeluarkan. “Karena lucu juga, di satu sisi kita masih merasakan hujan di sebagian daerah. Tapi di sini ada yang kekeringan. Jadi kita agak selektiflah, biar tidak terburu-buru,” ucapnya.

Menurut laporan yang diterima BPBD NTB, baru Desa Soromandi di Kabupaten Bima yang menerima pasokan air bersih. Untuk wilayah lain, Rum mengaku belum menerima laporan. Ini sudah dilakukan sejak dua pekan lalu.

“Memang desa itu begitu tipikalnya, kalau hujan banjir, kalau kemarau kekeringan. Karena sudah tidak ada hutan yang berfungsi untuk menyerap cadangan air,” paparnya.

Ditanya mengenai daerah di NTB yang berpotensi dilanda kekeringan, Rum menjawab semua daerah punya potensi. Ini bisa diprediksi jika melihat kondisi hutan di daerah tersebut. Daerah yang hutannya masih asri, mata airnya relatif terjaga. Sementara yang hutannya rusak, biasanya akan mengalami kekeringan saat musim kemarau dan banjir saat musim hujan.

“Makanya kami akan buat rakor, semua BPBD kabupaten/kota kami undang. Kami harapkan juga nanti bupati/walikota kalau memang ada potensi terjadi kekeringan, buat ketetapan tentang siaga bencana kekeringan. Agar siaga apa yang akan mereka laksanakan ketika terjadi,” demikian Mohammad Rum. (ros)

  Belum Serius, Langkah Penanggulangan Kekeringan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here