Kemen PANRB akan Buka Seleksi CPNS Daerah 2018, Pemprov NTB Usulkan 4.603 Formasi

Mataram (suarantb.com) – Batal digelar tahun ini, seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk lingkup Pemerintah Provinsi NTB akan digelar tahun depan. Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Fathurrahman, Selasa, 28 November 2017.

“Kita tinggal nunggu informasi saja. Artinya dari Kemen PANRB sudah ada sosialisasi terkait dengan itu (seleksi CPNS). Tinggal formalnya seperti apa nanti akan disampaikan secara formal,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB telah mengajukan usulan formasi CPNS sebanyak 4.603 jabatan. Namun, usulan seleksi CPNS tersebut belum bisa terwujud tahun ini dengan alasan masih ada pertimbangan masalah anggaran dari Kementerian Keuangan.

Total 4.603 jabatan tersebut terdiri dari 757 tenaga kesehatan, 945 tenaga teknis, 1.495 guru SMA/MA, 1.322 guru SMK dan 84 guru SLB. “Kalau kebutuhan kita sesuai analisis beban kerja (ABK) sebanyak 6.965. Sementara yang ada sekarang 2.362 pegawai. Jadi kita ajukan usulan tambahan 4.603,” ujar Fathur.

Baca juga:  Pemprov Usulkan 500 Formasi CPNS dan 300 P3K

Fathur menjelaskan 4.603 formasi murni usulan dari Pemprov NTB saja. Pemerintah kabupaten/kota langsung mengirim sendiri usulannya ke Kementerian PANRB. Ia juga mengaku sangat mengharapkan usulan yang dikirim bisa diterima seluruhnya.

Untuk tenaga kesehatan, beberapa jabatan yang diusulkan diantaranya dokter spesialis, dokter gigi, perawat ahli, apoteker, nutrisionis ahli, psikolog, bidan ahli, bidan terampil, radiografer ahli, perekam medis ahli dan sanitarian ahli. Untuk tenaga kesehatan terampil yang dicari antara lain teknik elektromedik terampil, fisioterapis, terapis okupasi, terapis wicara, terapis transfusi darah dan asisten apoteker.

Baca juga:  Pemberkasan P3K Dilakukan Secara Bertahap

Sementara itu, untuk tenaga teknik ada 137 jabatan yang diusulkan. Di antaranya yaitu analis kepegawaian ahli, pranata humas, pranata komputer, ahli teknisi elektro, perencana, pengadaan barang dan jasa, teknik jalan dan jembatan, teknik pengairan, teknik tata bangunan, teknik penyehatan lingkungan, ekonomi dan akuntansi.

“Itu usulan kita, tapi kita harapkan tentu sebanyak mungkin formasi maupun kuota bisa diberikan pada provinsi maupun kabupaten/kota di NTB,” harapnya. (ros)