Ditanya Kapan Seleksi Honorer, Ini Jawaban Dikbud NTB

Mataram (suarantb.com) – Sekretaris Daerah NTB, Rosiady H. Sayuti menyatakan anggaran sebesar Rp 60 miliar untuk gaji guru dan pegawai honorer yang diusulkan Pemprov NTB telah disetujui Badan Anggaran DPRD NTB.
Meski anggaran tersebut telah disetujui, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, M. Suruji masih sangsi. Terlebih, saat ditanya kapan akan melakukan seleksi, ia menegaskan masih menunggu KUA PPAS.

“Ndak mau saya kalau masih katanya, katanya sudah disetujui. Karena yang legal itu, yang sah itu, yang ada tanda tangannya. Jadi kita tunggu KUA PPAS ditandatangani oleh Gubernur dan pimpinan DPRD,” sahutnya saat dikonfirmasi suarantb.com, Sabtu, 25 November 2017.

Baca juga:  Musrenbangnas 2019 : Transformasi Digital, Program Prioritas Tahun 2020 Usulan Diskominfotik NTB

Suruji menyatakan pihaknya baru bergerak jika berita persetujuan tersebut dilengkapi dengan bukti penandatangan di KUA PPAS. “Kalau sudah ditandatangani langsung kita mulai. Ngapain sekarang kita repot, belum jelas anggarannya,” katanya.

Mengenai seleksi guru dan pegawai honorer tersebut, Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ini menyatakan dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sehingga ia menyayangkan seleksi yang dijawalkan bulan September lalu tersebut harus terus diundur hanya karena masalah anggaran.

Baca juga:  Kemenkeu Catat Penyerapan Anggaran 21 Satker di NTB Masih Nol

“Untuk seleksi berapa lama waktunya tergantung, tapi yang pasti butuh kerja keras dan panjang waktunya. Makanya kita maunya bulan September sudah mulai kita siapkan. Tapi kan ditarik ulur anggarannya, ya sudah,” lanjut Suruji.

Jika anggaran bisa segera ditandatangani dalam KUA PPAS, Suruji menargetkan akhir tahun proses seleksi tersebut telah selesai. “Paling ndak menjelang 1 Januari harus selesai. Tapi kita jungkir balik kerjanya,” tandasnya. (ros)