Jadi Mediator Perang di Afghanistan, Jokowi Akan Undang Taliban ke Indonesia

Mataram (suarantb.com) – Hadir membuka Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Wathan (NU) di Mataram, Kamis kemarin, 23 Juli 2017 Presiden, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi)  bercerita Indonesia diminta oleh Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani untuk menjadi mediator penyeleseaian perang saudara yang telah terjadi sejak puluhan tahun di Afganistan.

“Indonesia diminta untuk jadi mediator perang saudara di Afghanistan. Saya sanggupi,” aku Jokowi.

Dalam upaya menjadi mediator, Jokowi menyebutkan ada beberapa hal yang akan dilakukan. Ia akan mengundang ulama-ulama dari Afghanistan untuk menyaksikan langsung kerukunan umat Islam di Indonesia. Termasuk pula mengundang kelompok Taliban, yang selalu disebut-sebut dalam konflik di Afganistan.

“Kita undang dari kelompok Taliban untuk ketemu ulama kita di sini. Nanti ulama kita akan kita kirim ke sana untuk memberikan pengalaman tentang ukhuwah islamiyah yang ada di Indonesia,” sahutnya.

Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu, menurut Jokowi Ashraf Ghani kagum dengan kerukunan umat Islam di Indonesia. Dengan ribuan suku bangsa dan ratusan bahasa, muslim di Indonesia tetap bersatu. Sementara di Afghanistan hanya ada 7 suku, yang karena dua suku bertikai timbul peperangan yang tak kunjung usai selama lebih dari 40 tahun.

“Kita ini dilihat oleh negara lain sebagai negara yang netral, dingin dan sejuk. Ulama Afghanistan juga kagum melihat ukhuwah Islamiyah kita,” timpalnya.

Untuk itu, Jokowi dalam tiap sambutannya selalu mengajak masyarakat menjaga kesatuan dan merawat kebhinekaan Indonesia. Tidak gampang terprovokasi melakukan aksi yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

“Contohnya dalam politik, baik dalam pemilihan bupati/walikota, gubernur dan presiden. Monggo pilih bupati/walikota yang terbaik, silahkan pilih gubernur yang terbaik dan silahkan pilih presiden yang terbaik menurut aspirasi masing-masing. Tetapi setelah itu mari kita bersatu kembali membangun bangsa dan daerah tercinta ini,” pungkasnya. (ros)