Dewan Usulkan Nama LIA dan Pelabuhan Lembar Diganti

Mataram (suarantb.com) – Anggota DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani menyampaikan usulan secara tertulis kepada Gubernur NTB mengenai penggantian nama Lombok International Airport (LIA) dengan nama pahlawan nasional asal NTB, Tuan Guru Kyai Haji (TGKH) M. Zainuddin Abdul Madjid. Selain penggantian nama LIA, Nurdin juga mengusulkan penggantian nama Pelabuhan Lembar dengan nama tokoh berjasa lainnya, yakni Laksamana Madya TNI H. Lalu Manambai Abdulkadir.

“Sehubungan dengan telah ditetapkannya Tuan Guru Kyai Haji (TGKH) Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional oleh Pemerintah RI, serta guna menghormati perjuangan Laksamana Madya TNI H. Lalu Manambai Abdulkadir, kami mengusulkan penamaan LIA menjadi Bandara Internasional Tuan Guru Kyai Haji Zainuddin Abdul Madjid. Penamaan Pelabuhan Lembar atau Pelabuhan Badas menjadi Pelabuhan Laut Laksamana Madya TNI H. Lalu Manambai Abdulkadir,” paparnya di hadapan anggota dewan dan pejabat Pemprov pada sidang paripurna di Kantor DPRD NTB, Senin, 13 November 2017.

Baca juga:  BPKP Dilibatkan untuk Tuntaskan Kontribusi Aset LIA

Sekda NTB, Rosiady H. Sayuti yang ditemui usai paripurna menyatakan akan meneruskan usulan tersebut ke Gubernur NTB. “Saya tugasnya meneruskan, arahannya Pak Gubernur kita tampung semua aspirasi masyarakat. Nanti pada waktunya baru diusulkan ke Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan penetapan, bukan Angkasa Pura punya ranah,” ucapnya.

Usulan ke Kemeneterian Perhubungan ini diakui Rosiady bisa segera dilakukan jika aspirasi yang timbul di masyarakat kian bertambah banyak. Bahkan jika memungkinkan,

ia berharap peresmian penggantian nama tersebut bisa dilakukan pada 17 Desember 2017 bertepatan dengan HUT NTB.

Ditanya tentang kemungkinan adanya penolakan yang timbul, Rosiady tidak mau ambil pusing. “Itu kan namanya aspirasi, kalau orang ndak setuju sampai kapanpun nggak akan setuju. Tapi semua harus ada dasarnya. Kan dasarnya sudah sangat jelas, di hampir semua bandara itu kan nama pahlawan nasional tidak ada yang lain gitu,” lontarnya.

Jika penggantian nama ini bisa direalisasikan, akan ada banyak dampak positif yang dirasakan daerah. Utamanya adalah mengenalkan nama Maulana Syekh di dunia internasional.

Baca juga:  BPKP Dilibatkan untuk Tuntaskan Kontribusi Aset LIA

“Nama bandara itu kan sangat strategis, karena akan segera menginternasional. Lain kalau namanya selain bandara, bisa juga rumah sakit, tapi yang kenal orang lokal saja atau nasional. Tapi kalau di bandara nama itu akan cepat menginternasional,” tambahnya.

Demikian pula dengan nama Pelabuhan Lembar yang diusulkan diganti, Rosiady secara pribadi menyatakan setuju. Sebab, menurutnya belum ada nama pelabuhan yang menggunakan nama pahlawan.

“Untuk Lembar, saya pribadi sangat setuju, karena Laksmana ini kan jenderal angkatan laut pertama dari NTB. Nama beliau sangat fenomenal di jajaran angkatan laut dan jasa beliau luar biasa. Saya kira Pak Gubernur juga akan setuju, kan selama ini pelabuhan tidak ada nama pahlawan. Kalau Lembar kita mulai dengan pahlawan kan bagus juga,” pungkasnya. (ros)