Memasuki Musim Hujan, Pemda Kabupaten/Kota Diminta Bersihkan Sungai

Mataram (suarantb.com) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Mohammad Rum mengimbau pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD setempat untuk mempersiapkan diri memasuki musim penghujan. Utamanya, ia meminta agar sungai dan drainase dipastikan terbebas dari sampah.

Bukan hanya secara lisan, Rum mengaku imbauan tersebut telah disampaikan secara tertulis pada masing-masing BPBD kabupaten/kota. “Kami imbau kepada pemerintah kabupaten/kota pastikan saluran, sungai dan drainase. Siap lakukan normalisasi, pembersihan sampah-sampah. Itu sudah kita sampaikan tertulis kepada kepala BPBD di kabupaten/kota, dua minggu lalu sudah kita edarkan,” ungkap Rum, Senin, 6 November 2017.

Rum meminta agar sungai dan saluran air dipastikan terbebas dari sampah. Termasuk pula bagi Kota Mataram, meski masih terbebas dari banjir Rum menilai drainase di Mataram belum sepenuhnya tuntas dari sampah.

Baca juga:  Kota Mataram Masih Rawan Genangan

“Kota Mataram belum tuntas drainasenya masih banyak sampah-sampah, dan tanggul-tanggul sungai masih ada yang belum diperbaiki,” katanya.

Imbauan ini bukan tanpa alasan, pasalnya banjir pada Sabtu, 4 November 2017 yang terjadi di Kabupaten Dompu diakuinya akibat tumpukan sampah yang ada di Sungai Silo. Tumpukan sampah menghambat aliran air sungai hingga air meluap dan menggenangi ratusan rumah warga setinggi dua meter.

“Penyebab banjir itu hujan di atas normal, Sungai Silo itu juga tanggulnya tidak siap menahan air, yang ketiga sampah banyak sekali di sungai itu. Sehingga tertumpuk di sana, menjadi meluap airnya,” jelas Rum.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

Meski memasuki musim hujan dan rentan terjadi banjir, Rum tidak menampik jika di sejumlah wilayah distribusi air bersih masih terus dilakukan. Lantaran air sumur milik warga masih kering.

“Kekeringan tetap ada, tapi yang kita maksud di sini kekurangan air bersih. Karena sumur-sumur warga masih kering. Kalau jumlah desanya, yang pasti menurun dibanding bulan-bulan lalu. Kurant dari 318 desa itulah,” tambahnya.

Rum mengungkapkan distribusi air bersih akan terus dilakukan. Terlebih setelah adanya kucuran dana dari APBN sebesar Rp 8,2 triliun ia memastikan jumlah itu cukup untuk distibusi air bersih hingga akhir tahun. Termasuk pula membuat sepuluh sumur bor yang tersebar di seluruh NTB. (ros)