Tandingi Jokowi, Status SBY Tentang KEK Mandalika Bikin Heboh

Mataram (Suara NTB) – Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba-tiba mengunggah status dan foto-foto berisi kegiatannya di Kawasan Mandalika, pada 2011 silam. Status ini langsung memicu polemik yang cukup meluas.

Seperti diketahui, dalam kunjungannya ke Lombok, Jumat, 20 Oktober 2017 lalu, Jokowi mengajak Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi tampil dalam sebuah video blog alias vlog. Dalam video berjudul #JKWVLOG INDAHNYA MANDALIKA, Jokowi menunjukkan pesona keindahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bersama TGB.

“Hari ini saya berada di kawasan ekonomi khusus Mandalika di Nusa Tenggara Barat bersama Bapak Gubernur NTB. Saya sangat senang sekali, ini adalah sebuah kawasan yang sudah 29 tahun belum selesai-selesai dan hari ini telah selesai, telah kita buka, investasi sudah masuk, dan kita harapkan ini membawa dampak yang baik kepada masyarakat di NTB. Kita lihat sebentar, ini Mandalika,” begitu kata-kata yang diucapkan Jokowi pada awal video berdurasi 1 menit 28 detik itu.

Namun, klaim Jokowi yang menganggap selama 29 tahun pembangunan Kawasan Mandalika tak kunjung selesai dan baru hari ini selesai justru mendapatkan “tandingan” dari SBY.

Sebagai Presiden sebelumnya, SBY juga tentu pernah memberikan andil pula dalam perkembangan Kawasan Mandalika. Informasi mengenai hal inilah yang kemudian diunggah SBY dalam serangkaian foto dan status di halaman facebook resminya.

Dalam status tersebut, SBY menuliskan sebagai berikut : “SBY didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dan Gubernur NTB, M. Zainul Majdi, Jumat tanggal 21 Oktober 2011 melakukan seremoni peletakan batu pertama pembangunan kawasan wisata Mandalika Resort, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

SBY mengharapkan, kawasan wisata ini dikembangkan dengan nilai-nilai lokal dan ekoturisme agar bisa bersaing dengan kawasan wisata lainnya di dunia, sehingga dapat menambah penerimaan negara.

Kawasan wisata ini dibangun diatas lahan seluas 1.175 hektar dan menelan biaya hampir Rp. 30 Triliun. Kawasan wisata

yang tercakup dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) ini direncanakan nantinya akan menambah fasilitas yang sudah ada saat ini seperti hotel bintang lima, fasilitas olah raga dan pusat pelatihan keperawatan, pusat kesehatan berkelas internasional, pelabuhan untuk kapal pesiar dan lagoon/marina, juga pasar rakyat dan perumahan sebagai kawasan berkelas dunia, guna mendorong diversifikasi ekonomi, penciptaan lapangan kerja khususnya di daerah NTB.

Pengembangan kawasan ini ditargetkan untuk mencapai 1 juta wisatawan mancanegara maupun lokal ke NTB pada tahun 2015 hingga 2020 yang akan datang.

Sebelum meresmikan kawasan wisata Mandalika, Presiden SBY meresmikan Bandar Udara Internasional Lombok yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden saat ini Jusuf Kalla.

Sore harinya, SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono dan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu II juga menyempatkan diri mengunjungi dan menikmati keindahan Pantai Putri Nyali Mandalika.

Ibu Ani Yudhoyono yang gemar memotret juga ikut serta mengabadikan pemandangan matahari terbenam dengan kameranya.

Hari itu juga SBY mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Haji Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak di Novotel Mandalika tempat keduanya menginap selama berada di Lombok.

Kedua pimpinan menyaksikan penandatanganan MoU kerjasama luar negeri dan perdagangan antar kedua negara dan membicarakan berbagai isu aktual hubungan antar kedua negara. Pertemuan ini rutin berlangsung tiap tahun.”

Status SBY tersebut sontak memicu reaksi warganet. Sejumlah warganet kemudian berkomentar menyindir vlog Jokowi yang dianggap tak menghormati jerih payah SBY dan pemimpin-pemimpin Indonesia sebelumnya.

Namun, ada pula yang justru mengkritik sikap SBY tersebut. Hingga berita ini ditulis, status SBY tersebut telah dibagikan sebanyak 764 kali dan diramaikan oleh 446 komentar.

Sementara itu, di YouTube, video Jokowi tentang Kawasan Mandalika itu telah ditonton sebanyak 211.910 kali. Di halaman Facebook resmi milik Presiden Jokowi, video serupa juga telah ditonton sebanyak 325 ribu kali, serta dibagikan sebanyak 7.660 kali dan berhasil memancing ribuan komentar. (aan)