Dipilih Suhaili, Amin Tegaskan Hubungannya dengan TGB Tetap Harmonis

Mataram (suarantb.com) – Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin dipastikan akan berpasangan dengan Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilkada 2018. Meskipun sudah mendeklarasikan diri maju dalam Pilkada 2018 mendatang, Amin mengaku hubungannya dengan Gubernur NTB, Dr. TGH M Zainul Majdi tetap harmonis.

“Satu yang ingin saya tegaskan, saya baik-baik dengan beliau, harmonis seperti biasa. Kita bekerja bersama menjamin jalannya pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan berjalan dengan baik dan lancar. Tanpa ada sesuatu intrik-intrik,” ujar Amin, Rabu, 4 Oktober 2017.

Amin menegaskan tidak ada polemik atau permasalahan yang terjadi setelah ia menyatakan deklarasi bersama Suhaili, dan meninggalkan Demokrat. Sebagai tokoh politik yang memiliki partai, merupakan hak masing-masing untuk menentukan langkah politik. Sehingga batalnya koalisi Nasdem dengan Demokrat seharusnya tidak menyulut timbulnya permasalahan antara dua kepala daerah tersebut.

Ditanya alasan urungnya koalisi Nasdem dan

Demokrat lantaran partai berlambang mercy itu memasang harga terlalu tinggi, Amin enggan berkomentar. “Saya tidak mau mengomentari internal partai lain, dan tentu mereka punya standar ketentuan di dalam internalnya. Ndak masalah, biasa itu partai politik punya mekanisme internal,” katanya.

Mengenai langkah lanjutan koalisi Partai Golkar dan Nasdem, Ketua DPW Parftai Nasdem NTB ini memaparkan tengah dilakukan tahapan-tahapan selanjutnya. Partai politik pengusung tengah mempersiapkan diri menuju pendaftaran di KPU pada Januari 2018 nanti.

“Sekarang parpol-parpol pengusung dari para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah baik di pilgub atau pilkada kabupaten/kota sekarang sedang menyelesaikan administrasi untuk persiapan proses pendaftaran, pendaftaran kan Januari,” tambahnya.

Terkait dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diduga masih terbelah, antara Suhaili dan Ahyar Abduh, Amin mengatakan itu sebagai dinamika politik. “Sekarang sedang dalam proses semuanya dan dinamika politik seperti ini, tapi semuanya lancar-lancar saja,” tandasnya. (ros)