Pengungsi dari Bali Berdatangan ke BPBD NTB

Mataram (Suara NTB) – Gelombang pengungsi dari Bali setelah dikeluarkannya status Awas Gunung Agung terus berdatangan ke Lombok. Mereka tersebar di Mataram, Lombok Barat sampai Lombok Utara. Sebagian datang ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB untuk menerima bantuan.

“Update data pengungsi  ada 97 kepala keluarga dan 315 jiwa. Hari ini sudah masuk datanya,”  kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT, Minggu, 1 Oktober 2017.

Diungkapkannya gelombang pengungsi terus berdatangan ke Lombok. Mereka umumnya mendatangi rumah keluarganya. Tidak ada yang menempati posko yang disediakan, sehingga mereka disebut sebagai pengungsi mandiri.

Baca juga:  Daerah Rawan Bencana, NTB Harus Punya Mitigasi Bencana yang Baik

Terdata yang masuk ke Lombok Barat ada 7 kepala keluarga dan 25 jiwa warga Karng Asem Bali, mengungsi di Dusun Pelempat, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lobar. Mereka informasinya menggunakan perahu dari Desa Ujung Karang Asem ke Melase Batu Layar. “Data ini juga sudah masuk ke BPBD Lombok Barat,” ujar Mohammad Rum.

Seluruh pengungsi yang masuk ini kemudian didata. Mereka juga disarankan datang mengambil bantuan ke Kantor BPBD NTB. Bantuan paket sembako, pakaian, termasuk kebutuhan anak sekolah dikemas dalam paket khusus. Satu KK diberikan satu paket. “Kemarin (Sabtu, red), banyak yang datang, langsung kami berikan bantuan,” sebutnya.

Baca juga:  Ratusan Miliar Dana Bencana Mengendap Jadi Catatan BPKP

Menurut Mohammad Rum, bantuan yang diberikan dalam rangka penanganan siaga bencana, belum pada fase bantuan darurat bencana. Meski pengungsi itu dari Bali, namun tetap menjadi tanggungjawab pihaknya karena mereka datang ke NTB dan diberikan bantuan siaga bencana. Paket yang disediakan cukup untuk ratusan pengungsi. (ars)