Komisi IV DPRD NTB : Pembangunan Infrastruktur Harus Difokuskan

Mataram (Suara NTB) – Ketua Komisi IV DPRD NTB (Bidang Infrastruktur), H. Wahidin H. M. Noer, SE, MM, mengingatkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi NTB untuk memfokuskan pembangunan infrastruktur. Komitmen ini menurutnya harus dituangkan dalam perencanaan anggaran untuk tahun 2018 mendatang.

Hal itu disampaikan Wahidin menjelang dimulainya proses pembahasan Rancangan APBD Provinsi NTB tahun 2018.

“Kami ingin agar tahun depan, tidak hanya pemerintah provinsi, tapi juga seluruh kabupaten/kota fokus membenahi infrastruktur dasar. Karena ini kebutuhan dasar, ini yang benar-benar harus diseriusi,” ujar Wahidin kepada Suara NTB, akhir pekan kemarin.

Wahidin mengingatkan bahwa struktur APBD 2018 harus menunjukkan arah yang jelas dari pemerintah kabupaten/kota untuk pembangunan infrastruktur. Menurutnya, model infrastruktur yang dialokasikan dalam anggaran 2018 nanti adalah yang langsung berkaitan dengan aspek dasar kehidupan masyarakat. Seperti infrastruktur untuk sektor pertanian, kesehatan dan pendidikan.

Di sektor pertanian, bisa dibangun infrastruktur berupa irigasi dan jalan tani. Sementara itu, untuk pembangunan jalan, sebaiknya diprioritaskan pembangunan jalan yang bisa membawa dampak pengungkit bagi. Daerah-daerah yang selama ini terisolir, namun memiliki potensi ekonomi yang tinggi perlu diprioritaskan.

Baca juga:  Pembentukan Tatib DPRD NTB Tersandera SE Mendagri

Menurut Wahidin, tahun depan juga akan ada pembangunan dua bendungan dengan nilai yang cukup besar di NTB. Dua bendungan yang telah mendapat lampu hijau pemerintah pusat ini yakni Bendungan Meninting di Meninting, Lombok Barat, dengan kebutuhan pembiayaan Rp 1,2 triliun dan bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa dengan pembiayaan Rp 1,5 triliun.

Tahun ini, Pemprov NTB sedang fokus untuk menuntaskan pembebasan lahan untuk Bendungan Meninting. Sementara untuk pembangunan bendungan Beringin Sila, seluruh lahan telah disiapkan.

Pembangunan fisik dua bendungan ini akan dilakukan pada 2018 mendatang. Targetnya akan tuntas seratus persen pada 2022. Untuk diketahui, ada yang spesial dalam rencana pembangunan dua bendungan ini.

Misalnya di bendungan Meninting, luas genangannya mencapai 53,6 hektar, yang manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan irigasi kepada seluas 1.519 hektar.  Dengan kapasitas air yang ditampung mencapai 9,24 jt m3 menghasilkan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 0,8 Megawatt (MW).

“Rencananya bendungan Meninting ini juga akan dijadikan sebagai sumber air bersih, yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM,” terangnya.

Demikian juga untuk Bendungan Beringin Sila, konstruksi fisiknya akan mulai dibangun pada 2018 mendatang. Target tuntas seratus persen juga pada 2022.  Luas areal genangan mencapai 161,58 hektar. Dapat dimanfaatkan untuk irigasi kepada seluas 4.300 hektar dan potensinya akan mampu menghasilkan daya listrik sebesar 0,3 MW.

Baca juga:  Harapan-harapan Terhadap Para Anggota DPRD NTB Baru

Wahidin menegaskan pihaknya mendukung pembangunan ini. Hanya saja ia mengingatkan pemerintah dan semua pemangku kepentingan untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai ketentuan. Ia juga mengingatkan agar proyek semacam ini benar-benar dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Terlebih, saat ini Pemprov NTB akan melakukan pembebasan lahan.

Menurut Wahidin, sebagai provinsi yang menyandang status lumbung pangan nasional NTB memang patut untuk mendapatkan perhatian lebih di bidang pertanian. Apalagi, NTB juga memiliki potensi air yang cukup melimpah.

“Kalau semuaanya berjalan bagus, kita berharap pembangunan infrastruktur di sektor pertanian ini nantinya bisa semakin meningkatkan produktivitas sektor pertanian kita. Dan yang lebih penting lagi, keberadaan dua bendungan ini diharapkan bisa mendorong tingkat kemakmuran petani kita. Minimal petani kita tidak lagi kesulitan air untuk mengairi sawah mereka. Sehingga mereka bisa panen lebih banyak selama setahun,” pungkas politisi Partai Golkar ini, (*)