Kekeringan di NTB, Lotim dan Loteng Terparah

Mataram (Suara NTB) – Palang Merah Indonesia (PMI) NTB menemukan, dua kabupaten yang paling parah terkena dampak kekeringan tahun ini adalah Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) bagian selatan. Bahkan di wilayah Kecamatan Jerowaru, Lotim, masyarakat sanggup membeli air bersih dengan harga mencapai Rp 300 ribu per tangki.

‘’Kalau yang di Lombok Timur tepatnya di  Jerowaru itu,  rata-rata di situ ada perkumpulan mobil tangki khusus mengangkut air bersih, dijual ke warga. Kadang harganya tergantung  jauhnya, antara Rp 150 – 300 ribu per tangki,” kata Koordinator Penanggulangan Bencana PMI NTB, Hilman ketika dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 14 September 2017 siang kemarin.

Ia menjelaskan, sebelum datang  bantuan air bersih dari pemerintah daerah  maka warga terpaksa membeli air bersih dari pengusaha mobil tangki yang ada di daerah tersebut. Harga satu mobil tangki air bersih tergantung letak daerah.

Baca juga:  Krusial, Penyiapan Infrastruktur Dasar Air Bersih di Kawasan Samota

‘’Semakin  jauh, semakin  mahal lagi harganya,’’ tuturnya.

Hilman yang aktif turun ke lapangan mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan ini mengatakan, dari empat kabupaten yang ada di Pulau Lombok, Loteng dan Lotim paling parah kena kekeringan terutama pada daerah bagian selatan. Ia mengaku PMI sudah tiga bulan mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang dilanda krisis air bersih.

Dijelaskan, tingkat keparahan kekeringan ini dapat dilihat dari  mengeringnya sumber mata air milik warga. Di mana, banyak sumur-sumur warga di daerah tersebut yang sudah mengering.  ‘’Sumur warga sudah mengering. Makanya tambah meluas kekeringan di NTB ini,’’ katanya.

Baca juga:  Pemkot Tidak Tahu, Sejumlah Lingkungan di Babakan Dilanda Kekeringan

Hilman mengaku banyak permintaan air bersih dari beberapa kabupaten di NTB. Bukan saja dari kabupaten yang berada di Pulau Lombok seperti Lotim, Loteng dan Lobar. Tetapi juga permintaan dari Bima. Dengan keterbatasan armada mobil tangki yang dimiliki hanya 2 unit, maka pihaknya berkoordinasi dengan BPBD.

Selain mendistribusikan air bersih, Hilman mengatakan PMI juga membangun bak-bak penampungan air pada daerah-daerah kekeringan di Jerowaru. Selain itu, diberikan juga bantuan pompa air seperti di Labuhan Tereng Lembar, Lombok Barat.

‘’Selama ini kita kekurangan armada mobil tangki. Mudah-mudahan bisa direspons PMI Pusat, sekarang baru dua unit. Idealnya  setiap kabupaten ada satu sampai dua unit,” tandasnya. (nas)