Suhaili : Pembangunan Kereta Gantung Jalan Terus

Praya (Suara NTB) – Bupati Loteng, H. M. Suhaili FT, SH, menegaskan proyek pembangunan kereta gantung ke Gunung Rinjani akan terus berjalan. Bahkan, menurut Suhaili, studi kelayakan alias feasibility study untuk pembangunan kereta gantung ini sudah berjalan dan tuntas.

Seperti diketahui, rencana pembangunan kereta gantung di jalur pendakian Gunung Rinjani di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa pekan terakhir memang jadi topik hangat di kalangan masyarakat. Rencana tersebut pun menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat.

Melihat kondisi ini, Suhaili pun angkat bicara. Menurutnya, pembangunan kereta gantung bisa dikatakan semacam mimpi atau cita-cita lama masyarakat dan Pemkab Loteng. Mimpi ini coba direalisasikan oleh Pemkab Loteng dengan mempertajam rencana pembangunannya dengan menggandeng investor dan mendapat sambutan bagus.

Bahkan, katanya, sudah ada calon investor yang siap bekerjasama membangun kereta gantung dan diitindaklanjuti dengan melakukan feasibility study (FS) terkait rencana pembangunan kereta gantung tersebut.

Saat ini FS pembangunan kereta gantung sudah selesai disusun dan nantinya akan dilanjutkan dengan penyusunan masterplan. Sembari itu, pihak investor juga tengah berupaya memenuhi semua persyaratan perizinan yang diperlukan. Termasuk pengajuan Hak Guna Usaha (HGU) lahan lokasi pembangunan kereta gantung sedang diurus pihak investor.

Pihak investor dalam hal ini tidak memaksakan kereta gantung harus dibangun, karena semua prosedur yang berlaku akan diikuti. Jika memang tidak diizinkan oleh pihak pengelolan kawasan yang terkena sebagai lokasi pembangunan, pihak investor tidak akan memaksakan diri.

Lagi pula, lanjutnya, pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sudah memberikan lampu hijau. Asalkan tidak di lokasi-lokasi yang memang dilarang.

“Kan di kawasan TNGR ada yang namanya zona pemanfaatannya. Nah, itulah yang nantinya akan dimanfaatkan oleh pihak investor sebagai lokasi pembangunan kereta gantung ini,” tegasnya kepada wartawan, usai olahraga pagi di Bencingah Agung Praya, Jumat (14/7).

Luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan tiang kereta gantung juga tidak terlalu banyak hanya beberapa are saja di setiap titiknya, sehingga tidak akan banyak membutuhkan lahan. “Prinsipnya rencana pembangunan kereta gantung tetap berjalan,”  ujarnya. (kir)