Dideportasi dari Filipina, Dua Warga NTB Diduga Ikut ISIS

Mataram (suarantb.com) – Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) NTB, Tarwo Sunarno mengakui ada dua warga NTB yang telah dideportasi dari Marawi, Filipina. Mereka diduga tergabung dalam kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS.

“Warga NTB sudah ada yang dideportasi dari Filipina dua orang, yang mau berangkat lima orang. Mereka terus dalam pengawasan kita,” ujarnya ditemui di Pendopo Kantor Gubernur NTB, Rabu, 12 Juli 2017.

Tarwo juga membenarkan pernyataan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo tentang adanya sel-sel tidur ISIS yang tersebar di NTB. Bahkan diakuinya ada masyarakat yang menyatakan dukungan pada ISIS. Untuk itu, ia menyampaikan pemerintah daerah terus berupaya menciptakan kondisi tertentu, agar sel-sel tidur tersebut tidak terbangun atau bangkit.

Ditanya mengenai sebaran pendukung ISIS tersebut, ia mengatakan Pulau Sumbawa dan Lombok telah dimasuki aliran kelompok garis keras ini. Namun, ia membantah jika kampus menjadi lokasi yang banyak disusupi ISIS.

“Mereka punya kelompok tersendiri. Ada jemaah-jemaah tertentu katakanlah secara umum ada kelompok jamaah A dia punya pengikut berapa,” katanya.

Jika menilik ke belakang, ia menyatakan sejak 2014 sudah ada masyarakat NTB yang menyatakan dukungan pada ISIS, bahkan ada pula yang dibaiat. Sementara itu, kemunculan ideologi garis keras di NTB disebutnya mulai terjasi sejak tahun 90-an.

“Masyarakat kita imbau untuk tidak terpengaruh terhadap ajakan perjuangan di wilayah lain, bergabung dengan ISIS. Apalagi seperti sekarang yang terjadi di Marawi, Filipina Selatan,” lanjutnya. (ros)