Berat Bagasi Jemaah Calon Haji Dibatasi

Mataram (suarantb.com) – Atas pertimbangan menjaga keselamatan dan kenyamanan, berat bagasi jemaah calon haji (JCH) akan dibatasi. Mereka hanya diperbolehkann membawa tiga tas dengan berat yang telah ditentukan. Ini disampaikan Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI, Hasan Fauzi di Mataram, Jumat, 7 Juli 2017.

“Para jemaah hanya akan diberikan tiga tas, yaitu tas bagasi 32 kilogram, tas kabin maksimal beratnya 7 kilogram dan tas paspor. Seandainya ada yang melampaui dari bobot, kita harapkan menggunakan jasa kargo. Ini demi keselamatan penerbangan,” jelasnya.

Untuk oleh-oleh air Zam-zam, Hasan juga menyampaikan akan diberikan oleh embarkasi. Jemaah disarankan tidak membawa langsung dari tanah suci, karena kemungkinan akan dicekal di bandara. Kecuali jika menggunakan jasa kargo.

Selama pelaksanaan ibadah haji, Hasan menjajikan akomodasi selama di tanah suci akan terjamin. Tiap embarkasi akan mendapat akomodasi hotel bintang tiga dan ada bus yang membantu mobilitas para jemaah.

“Ada bus salawat yang akan mengangkut jemaah yang pemondokannya  berjarak 1.500 meter atau lebih dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Bus ini beroperasi 24 jam,” katanya.

Perlu diketahui, jumlah JCH asal NTB yang akan diberangkatkan berjumlah 4.476 orang dan 150 di antaranya lansia yang berusia di atas 75 tahun. Dijadwalkan berangkat pada 11 Agustus 2017, Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTB, Nasrudin mengaku akan melakukan seleksi ketat terhadap kesehatan tiap jemaah.

“Kita selektif berangkatkan jemaah kita,  harus betul-betul sehat. Masalah kesehatan ini kita seleksi ketat agar tidak ada kejadian seperti yang sudah-sudah,” imbuhnya. (ros)