ASN Bolos, TKD Dipotong 50 Persen

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak 14 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov NTB yang bolos atau mangkir kerja pada hari pertama kerja Senin lalu, 3 Juli 2017 terancam pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sebesar 50 persen. Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Fathurrahman, Rabu, 5 Juli 2017.

“Jadi 14 orang yang tidak masuk hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran akan kena pemotongan TKD 50 persen dan surat teguran. Kalau dia terlambat di hari itu dipotong 10 persen,” ujarnya.

Selain 14 orang tersebut, Fathur meyakinkan tidak ada ASN yang memperpanjang libur Lebaran. Meski ada yang cuti dengan alasan penting, seperti sedang umroh, sakit dan cuti belajar.

Tak hanya ASN di lingkup Pemprov NTB, menurut pantauan suarantb.com ASN di Pemkab Loteng dan Lobar pun ada yang mangkir pada hari pertama masuk kerja kemarin.

Berdasarkan rekapan daftar hadir di Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM Lombok Barat tercatat 19 ASN tidak masuk tanpa keterangan, sebagian cuti hamil dan izin. Belasan ASN malas ini pun terancam dijatuhkan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya.

Baca juga:  Wabup Minta ASN Inovatif dan Disiplin

Sekda Lobar H. Moh. Taufiq ditemui usai rapat paripurna di gedung DPRD Lobar, Selasa kemarin, 4 Juli 2017, menegaskan pihaknya bakal memerintahkan atasan para ASN tersebut untuk menjatuhkan sanksi. Diakuinya, berdasarkan laporan yang masuk kehadiran ASN mencapai 99 persen. Terkait 19 ASN yang tak hadir tanpa keterangan ini bakal dicek ke BKD apa alasannya.

Lebih parah dari Lobar, sebanyak 350 ASN di lingkup Pemkab Loteng bolos kerja. Data yang diperoleh menyebutkan, dari 2.166 ASN lingkup Pemkab Loteng yang tersebar di 41 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sekitar 350 orang lebih diketahui tidak masuk kerja dengan berbagai alasan. Mulai dari alasan sakit, cuti kerja dengan alasan penting sampai yang tanpa keterangan yang jelas.

Baca juga:  Akan Dihapus, Nasib Ribuan Pegawai Honorer Pemprov NTB Terancam

Sementara itu, data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, dari 5.459 jumlah ASN, yang masuk kerja sebanyak 5.400 orang. Sementara 59 orang lainnya tidak masuk dengan rincian 18 orang izin, 23 sakit, dan 18 cuti. Untuk data pegawai yang bolos atau tanpa keterangan dinyatakan nihil.

Terkait ASN yang cuti, dimana sebelumnya ada surat edaran yang melarang ASN cuti usai libur Lebaran, Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, SE.,M.Ak mengatakan belasan pegawai yang cuti tersebut kebanyakan cuti umroh dan sakit.

Mereka juga telah mengajukan cuti sebelum Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi keluar. Ia mengatakan Surat Edaran tersebut telat dikeluarkan sehingga banyak ASN yang mengajukan cuti sebelumnya. “Ada beberapa juga yang sakit karena ada yang mau berobat, mau operasi. Ada keterangan dokternya juga,” jelasnya. (ros)