Begini Penilaian Bappenas Soal Capaian Kinerja dan Tantangan Pembangunan di NTB

Mataram (suarantb.com) – Staf Ahli  Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/  Bappenas, Dr. Ir. Taufik Hanafi, MUP menerangkan kemajuan kinerja NTB dalam 5 tahun terakhir.

Menurutnya, kinerja NTB dalam 5 tahun terakhir mengalami kemajuan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM. “Terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM,” ujar Taufik dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB dalam rangka penyusunan RKPD Provinsi NTB Tahun 2018, Kamis, 6 April 2017.

Dalam bidang Kesehatan, cakupan angka persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan profesional sekarang berada di atas 95 persen. Hal tersebut,menurutnya secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap penurunan angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan di NTB.

“Selanjutnya cakupan imunisasi lokal juga selalu mengalami peningkatan, demikian juga dengan implikasinya terhadap angka harapan hidup. Jadi masyarakat NTB ini setiap hari harapan hidupnya meningkat,” imbuhnya.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

Lebih lanjut, di bidang pendidikan angka partisipasi sekolah di seluruh jenjang pendidikan juga mengalami perbaikan. Demikian pula dengan angka melek aksara di NTB yang juga meningkat.

Taufik menilai, dampak dari bidang pendidikan dan kesehatan tersebut, sangat penting terhadap kemajuan di NTB khususnya dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB.

Ia menilai,  IPM  NTB baik yang diukur melalui metode lama maupun baru selalu menunjukkan peningkatan. “Sehingga NTB ini menjadi top mover dalam pencapaian IPM,” ungkapnya.

Begitu pula dengan sasaran MDGs, dimana NTB mendapatkan peringkat pertama dalam pencapaian MDGs tersebut.

Namun  di balik capaian-capaian tersebut, ada beberapa tantangan penting yang dihadapi NTB, salah satunya  masalah kesenjangan.

Baca juga:  21 Ribu Korban Gempa di NTB Jatuh Miskin

“Maka rancangan RKPD ini sangat bagus dalam mengusung tema mengurangi kesenjangan dan kemiskinan di NTB. Karena upaya menurunkan kesenjangan telah ditetapkan Presiden sebagai upaya prioritas,” kata Taufik

Menurtunya, dari tahun 2010, NTB selalu dapat mengurangi angka kemiskinan. Ia sendiri menilai, untuk menurunkan 1 persen angka kemiskinan bukan sesuatu yang mudah. “Di tingkat nasional saja penurunan 1 persen itu butuh satu tahunan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya tersebut, Taufik juga menyebutkan dari 23 kegiatan prioritas nasional, di tahun 2018 nanti hanya akan di fokuskan ke 10 kegiatan prioritas. Demikian juga dengan program prioritas tahun ini yang mencapai 88 program prioritas, tahun depan akan difokuskan dalam 30 program prioritas. (hvy)