Iklan Festival Tambora Pakai Gambar Kelimutu Jadi Sorotan Publik

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Mungkin pepatah ini tepat menggambarkan nasib  ‘naas’ iklan perayaan Festival Tambora 2017 di salah satu media cetak nasional. Pasalnya, gambar Gunung Tambora di Pulau Sumbawa yang menjadi ikon acara tersebut, justru berganti dengan gambar Gunung Kelimutu yang ada di NTT.

Kesalahan gambar ini sontak menimbulkan keributan di media sosial. Salah satu akun Facebook bernama Paox Iben yang mempertanyakan kesalahan dalam iklan tersebut. Bahkan diibaratkannya itu sebagai cara Tuhan menegur atau mungkin menghibur makhluk-Nya melalui kesalahan-kesalahan kecil namun fatal.

“Seperti iklan event Gunung Tambora tapi gambarnya Gunung Kelimutu. Padahal konon event ini akan menghabiskan dana miliaran,” tulisnya dalam statusnya.

Ia pun menyindir pelaksanaan festival yang bertepatan dengan terjadinya tragedi letusan Tambora tersebut. “Bencana atau tragedi itu semestinya diperingati, bukan dirayakan dengan hura-hura, kan? Tipis sih, tapi ya jelas sekali perbedaannya. Sejelas perbedaan Gunung Tambora dan Gunung Kelimutu itu,” tambahnya.

“Kalau masih belum paham, Gunung Tambora itu di Pulau Sumbawa NTB.  Sementara Gunung Kelimutu itu di Ende-Flores NTT,” begitu bagian akhir dari statusnya, yang ditambahi simbol tertawa.

Status ini menarik sejumlah akun lain untuk berkomentar. Seperti akun Herdi Kusuma, yang menuliskan, “Jangan sampai seperti tahun kemarin, acara puncaknya dangdutan Trio Macan.”

Akun Nitta Febriyanti juga menyampaikan sindiran untuk pihak panitia yang diduga membuat gambar iklan tersebut. “Ya ampun, panitianya yang buat iklan pamfletnya lagi pineng (pusing-red),” komentarnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, L. Moh. Faozal yang dikonfirmasi suarantb.com menjelaskan, iklan tersebut merupakan order langsung dari Kementerian Pariwisata pada media yang bersangkutan. Proses pemuatan iklan juga dilakukan tanpa  konsultasi terlebih dulu dengan Dispar NTB.

“Iklan itu ordernya Kemenpar langsung ke media itu. Tanpa melalui kroscek dulu gambar itu ke kita, mereka browsing di internet. Tapi besok sudah mau diganti,  diterbitkan juga permintaan maafnya,” jawab Faozal.

Meski menimbulkan kegaduhan, Faozal menyatakan terima kasihnya pada Kemenpar yang telah memberikan dukungan melalui iklan tersebut.

“Itu bentuk dukungan Kemenpar untuk Festival Tambora. Memangnya yang protes-protes itu mau kerja untuk Tambora? Kalau mau ya silakan,” semprotnya. (ros)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.