Diare Ancam Korban Banjir Sumbawa

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi menyatakan salah satu dampak banjir di Sumbawa, ialah diare yang sangat berpotensi menyerang korban banjir. Pasalnya banyak air sumur yang tercemar akibat banjir.

“Penyakit yang paling berpotensi terjadi pasca banjir di Sumbawa itu diare. Karena air sumur sudah tercemar akibat banjir. Sakit otot, penyakit kulit dan pusing juga umumnya banyak terjadi pasca banjir,” sebutnya, Jumat, 10 Februari 2017.

Untuk mengantisipasi wabah penyakit pasca banjir, segera setelah banjir surut, sumur-sumur milik warga akan diberikan kaporit. “Hampir semua yang terkena banjir airnya sudah mulai surut. Tapi untuk Desa Belanting kita tunggu airnya surut dulu baru diberi kaporit,” katanya.

Bantuan berupa posko pelayanan kesehatan keliling sebanyak empat tim telah diberangkatkan ke lokasi bencana Sumbawa. “Posko mobile ini lebih cocok karena bisa keliling di sejumlah wilayah yang terkena banjir. Jadi yang berada di daerah terisolir juga bisa ditangani,” jelasnya.

Akibat banjir di Sumbawa, Puskesmas Moyo dan Puskesmas Pembantu Torok tidak bisa beroperasi. Berdasarkan aturan, selama banjir ini semua fasilitas kesehatan kita gratiskan. “Sama dengan waktu di Bima dulu,” imbuhnya.

Kementerian Kesehatan juga siap memberi bantuan sesuai dengan kebutuhan para korban banjir. “Saya sudah dihubungi Pusat Krisis Kesehatan, jadi Kementerian Kesehatan sudah siap memberi support. Tinggal kita data apa saja yang dibutuhkan,” tambahnya. (ros)