Begini Nasib Korban Banjir di Sambelia

Selong (Suara NTB) – Banjir yang melanda hampir di semua desa di Kecamatan Sambelia saat ini mulai berdampak akan kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Pasalnya, sejak terjadinya banjir, Selasa, 7 Februari 2017, masyarakat saat ini mulai mengalami krisis air bersih.

Pantauan Suara NTB, masyarakat di Desa Sambelia sejak hari Kamis, 9 Februari 2017 sudah mulai mengeluhkan akan kebutuhan air bersih. Terlihat masyarakat setempat sudah mengeluar sejumlah alat penampung air dan ditaruh di pinggir jalan. Terjadi krisis air bersih disebabkan air PDAM yang mengalir ke pemukiman warga macet total. “Air PDAM  macet, sementara air sungai kotor,” aku Inaq Suarni.

Baca juga:  Hujan Sehari, RKB SDN 4 Gumantar Tergenang

Atas kondisi ini, sambungnya, saat ini masyarakat hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi sejumlah kebutuhannya seperti mandi, bahkan tidak menutup kemungkinan menggunakan air hujan untuk memasak

sebelum dilakukannya pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh pemerintah.

Hal senada juga disampaikan Nurhayati. Menurutnya, warga yang tinggal di Gubuk Lauk Desa Sambelia Kecamatam Sambelia krisis air bersih merupakan hal yang biasa terjadi apabila terjadi banjir. Untuk itu, berharap supaya pemerintah segera melakukan pendistribusian air bersih sebagaimana kebutuhan masyarakat, serta meminta supaya adanya solusi terbaik agar air PDAM tidak macet tatkala terjadi banjir.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sementara, Bupati Lombok Timur (Lotim), H.Moch. Ali Bin Dachlan, yang terjun langsung melihat kondisi masyarakat segera melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat. Menurut bupati, macetnya air PDAM ke pemukiman rumah warga disebabkan pipa PDAM patah diterjang banjir. “Hari ini pendistribusian air langsung kita lakukan dengan menerjunkan dua mobil tangki. PDAM juga harus segera bertindak supaya kebutuhan air bersih masyarakat tercukupi,” ujarnya. (yon)