Kehidupan Beragama Landasan Persatuan Umat

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Umar Septono SH MH menegaskan bahwa agama merupakan ruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat dan motivasi beragama menjadi landasan kokoh memperkuat toleransi dan silaturahmi.

“Agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan kita meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan dan menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya, Rabu, 8 Februari 2017 di Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah.

Jajaran Polda NTB bersilaturahmi dengan tokoh NU sepulau lombok dalam rangka cipta kondisi kamtibmas. Kapolda menegaskan pentingnya membangun kemitraan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat yang berpengaruh pada gangguan kamtibmas.

Dalam kesempatan itu hadir diantaranya Rois Suriyah PBNU, TGH Turmuzi Badaruddin, PWNU NTB, TGH Ahmad Taqiudin Mansur, para Ketua Tanfiziah NU se-Pulau Lombok, sesepuh dan ulama NU, jajaran pemerintahan Kabupaten Lombok Tengah, dan Kapolres jajaran se-Pulau Lombok.

Umar menyebutkan, agama menjadi ruh kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa seperti tercantum dalam sila pertama Pancasila.

Ia kemudian mengutip ucapan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari yang menyatakan bahwa cinta tanah air merupakan bagian dari keimanan.

“Sehingga toleransi kehidupan beragama dan bermasyarakat di NTB dapat dipelihara. Pemerintahan dapat bekerja dengan baik dan masyarakat dapat berkegiatan sehari-hari dengan damai,” ujarnya.

Upaya Polda NTB dalam membangun kemitraan itu akan terus dilakukan. Menurut Umar, hal itu dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menangkal dan mencegah segala bentuk gangguan Kamtibmas.

“Serta segala upaya-upaya memecah belah persatuan dan kesatuan umat beragama yang sudah terjaga baik selama ini,” tandasnya. (why)