Pengakuan Pengunjung ‘Rumah Mengenal Al-Qur’an’ : Banyak Keanehan

Mataram (suarantb.com) – Ahmad Zakaria Ejis, salah seorang warga yang pernah mengunjungi ‘Rumah Mengenal Al-Qur’an’ yang diduga menyebarkan aliran sesat di Mataram. Mengaku menemukan banyak keanehan saat mengunjungi tempat yang dimiliki oleh Siti Aisyah tersebut.

“Ada banyak keanehan, mulai dari tidak percaya sama hadits, bacaan Al-Qur’annya sampai salam nya juga beda,” ujarnya.

Zakaria mengaku kunjungannya ke rumah tersebut bertujuan untuk mengonfirmasi terkait brosur yang disebarkan oleh pihak ‘Rumah Mengenal Al-Qur’an’. Dimana isinya menyatakan bahwa hadist Bukhari Muslim adalah ‘hoax’.

“Dia bilang hadits Nabi yang asli itu di Surat Muhammad di dalam Al-Qur’an. Itu adalah perkataan Nabi yang asli. Kalau hadist riwayat Bukhari Muslim itu ‘hoax’ mereka bilang begitu,” terangnya.

Kemudian Zakaria menceritakan bahwa ia menanyakan bagaimana cara Aisyah melaksanakan sholat. Padahal penjelasan tata cara sholat hanya ada dalam hadist Nabi Muhammad SAW.

“Di Al-Qur’an kan hanya menyebutkan sholatnya saja. Bagaimana cara takbir, sujud dan sebagainya itu kan di hadist Nabi. Terus kita bilang kalau Allah tidak mengajarkan di Al-Qur’an terus siapa yang mengajarkan?” ceritanya.

Saat diberikan pertanyaan itu, Zakaria mengaku Aisyah tidak memberi jawaban. Malah menyebutnya tengah melakukan penyerangan terhadapnya.

“Dia bilang saya ndak mau diajak berdebat mas. Nanti saya nangis, Anda sudah menyerang saya. Padahal kita kan cuma mengkonfirmasi saja,” akunya.

Saat memasuki rumah yang terletak di kawasan ruko di Jalan Bung Karno tersebut, Zakaria mengaku disambut dengan salam yang berbeda. Bukan ‘Assalamualaikum’ yang diucapkan, malah ‘Salamunalaikum’.

“Mereka juga tidak baca Al-Qur’an dalam bahasa Arab, cuma baca terjemahan bahasa Indonesianya saja. Saat sudah sampai rumah baru saya inget, kenapa saya ndak tes dia baca Al-Qur’an,” komentarnya.

Setelah masuk, pengunjung yang datang ke ‘Rumah Mengenal Al-Qur’an’ menurut Zakaria akan diminta untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang banyak ditempel di kaca.

“Kita langsung diarahkan untuk membaca ayat-ayat di kaca yang warnanya beda-beda kayak pelangi. Mereka mengarahkan kita untuk baca dengan serius, lihat tulisan itu. Jadinya seperti dihipnotis,” tambahnya.

Dalam kunjungannya saat itu, Zakaria mengaku ditemui dua orang, yakni seorang perempuan, Ibu Siti Aisyah dan seorang laki-laki paruh baya. (ros)