Habib Rizieq Disambut dengan Tangan Terbuka

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1). Habib Rizieq menjalani pemeriksaan selama empat jam sebagai saksi terkait dugaan kasus penghinaan rectoverso di lembaran uang baru dari Bank Indonesia, yang disebutnya mirip logo palu arit. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc/17.

Mataram (Suara NTB) – Rencana kedatangan Habib Rizieq ke Lombok untuk menghadiri acara Safari Dakwah Spirit 212 mendapat sambutan positif dari Pimpinan Ponpes Nurul Haramain, TGH. Hasanain Juaini. Secara pribadi, Hasanain bahkan mengarahkan para santrinya untuk menjadi panitia dalam acara tersebut.

“Atas nama pribadi saya masuk Panitia sebagai Penasihat. Santri Nurul Haramain 600 orang jadi anggota bagian kebersihan. Sisanya 2300 orang akan hadir Insya Allah,” ujarnya saat ditanyai suarantb.com, Rabu, 25 Januari 2017.

Menurutnya, Habib Rizieq jelas-jelas mengajak umat Islam untuk bersatu, membela Islam, membela Al Qur’an, menegakkan keadilan dan membela NKRI. Karenanya, ujar Hasanain, respon yang paling tepat atas ajakan tersebut adalah menyambutnya dengan tangan terbuka.

“Jawaban yang tepat adalah Labbaika wa Sa’daika. Artinya, kami sambut, taati dan berusaha untuk menyenangkan anda,” ujar Hasanain. Ia menegaskan, sikap yang demikian merupakan sikap pribadinya.

Hasanain juga mengakui bahwa ada sejumlah pihak yang memang menyuarakan penolakan terhadap kedatangan Habib Rizieq. Namun, ia berharap kesan ini jangan terlalu ditonjolkan. “Jangan sampai orang menganggap kita tidak suka ada ulama mau datang ke sini,” ujarnya.

NU NTB Nyatakan Sikap
Terpisah, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, TGH. Achmad Taqiuddin Mansyur menyatakan sikap bahwa NU tidak akan menghadiri acara Safari Dakwah Spirit 212 yang akan dihadiri Habib Rizieq.
Hal itu disampaikannya saat ditemui dalam acara Dialog Deradikalisasi : Membedah Gerakan Radikalisme, Upaya Penanggulangan dan Solusinya di Aula UNU NTB, Rabu, 25 Januari 2017.

“Untuk hari-hari ini, NU tidak ambil bagian dan tidak akan mensupport kegiatan ini,” ujarnya.
Taqiuddin menilai, kehadiran Rizieq sulit dilepaskan dari kasus yang saat ini tengah terjadi di Jakarta. “Tentu ada kaitannya dengan apa sekarang sedang terjadi di Jakarta itu.”

Meski demikian, jika acara ini tetap digelar, Taqiuddin mengharapkan agar panitia acara bisa menjaga kondusivitas daerah. Terlebih NTB yang memang dihuni oleh bermacam-macam suku dan agama.

“Saya berharap kepada Habib Rizieq dan teman-teman supaya mengindahkan situasi di NTB. Dan jangan sampai memancing, sehingga situasi yang sudah baik berubah jadi timbul gerakan macam-macam,” pintanya.
Panitia acara yang berasal dari Aliansi Umat Islam (AUI) NTB menyatakan komitmen mereka bahwa kunjungan Rizieq murni untuk berdakwah.

“Ini murni kegiatan semacam tabligh akbar, isinya tausiyah dari para ulama kita. Untuk kaum muslimin yang ada di NTB. Bahwasanya beliau kesini juga untuk menyambung silaturahim sesama umat Islam di NTB. Yang dirangkaikan dengan penggalangan dana untuk korban banjir Bima,” jelas Ketua Panitia acara Safari Dakwah Spirit 212, H Makmun Moerad. (ros)