Meriahkan Imlek, Artha Graha Peduli Gelar Pasar Murah di Lombok

Mataram (Suara NTB) – Perayaan tahun baru imlek kali ini dimeriahkan oleh banyak kalangan. Salah satunya lembaga Artha Graha Peduli (AGP). AGP bersama pelaku usaha, sponsorship dan para donatur memeriahkan imek dengan menggelar pasar murah.

Pasar murah dengan tema “Bersyukur, Berbakti dan Berbagi” itu terselengara di berbagai kawasan. Penyelenggaraan pasar murah itu ditujukan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Lebih – lebih pada era perubahan kebijakan ekonomi global.

“Harapan Artha Graha Peduli melalui kegiatan pasar murah Hari Raya Imlek pada awal 2017, dapat menjadi berkah bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan sejahtera kedepannya,” tutur pentolan pengurus AGP, Sylvia Hasan dalam helatan Kick-Off di Jakarta pekan lalu.

Kegiatan sosial itu diniatkan sebagai bentuk ucapan rasa syukur AGP. Hal itu sekaligus menjadi bukti kebaktian pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan cara berbagi antar sesama warga negara yang sangat plural, AGP ingin menunjukkan wujud upaya merawat kebhinekaan, merawat rasa persaudaraan dan menjunjung tinggi nilai – nilai persatuan dan kesatuan.

Baca juga:  Ribuan Pengunjung Saksikan Perang Topat di Pura Lingsar

“Kami menyediakan cukup banyak bahan kebutuhan pokok dalam kegiatan Pasar Murah Imlek kali ini. Pada kesempatan ini, kami membuka titik penjualan sembako di tiga tempat, diantaranya Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong Barat. Selain itu, kami juga menggelar pasar murah di Sekotong Tengah dan Sekotong Barat,” katanya, Selasa (24/1).

Pasar murah di Sekotong terselenggara dengan melibatkan TNI – Polri sebagai mitra kerjasama. Pasar murah yang diselenggarakan oleh AGP itu, disambut baik oleh warga sekitar. Masyarakat sangat antusias untuk berbelanja kebutuhan pokoknya masing – masing pada kegiatan tersebut.

“Pasar murah ini serentak diselenggarakan oleh Units Usaha AGP di 34 Provinsi. Kegiatan ini akan terselenggara sampai jelang hari – H perayaan Imlek yakni pada 28 Januari mendatang. Pasar murah ini diselenggarakan sejak 14 Januari lalu,” ujarnya.

Baca juga:  Telusuri Jejak Kehidupan Kuno di Loteng, Balai Arkeologi Bali Turunkan Tim Peneliti

Pada pasar murah itu, AGP menjual 2 Kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 Kg gula pasir dan 3 bungkus mie instan seharga Rp 25.000. Harga itu sudah sangat cukup membantu meringankan beban masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari – hari. Lebih – lebih, pada saat dimana harga cabai melambung hingga Rp 100 ribu/Kg.

“Perayaan imlek kali ini, mengingatkan kita terhadap apa yang disampaikan oleh sosok KH . Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Mantan Presiden RI ke-4, sekaligus Budayawan dan Agamawan itu pernah menyatakan bahwa imlek dan tradisi barongsai merupakan bagian dari kebudayaan kita,” tandasnya. (met/r)