Segera Beroperasi Kembali, Rute BRT akan Dievaluasi

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windya menyatakan Bus Rapid Transit (BRT) akan beroperasi kembali pekan depan setelah dihentikan belum lama ini. Untuk mencegah kembali munculnya persoalan, segmen BRT berbeda dengan angkot dan angdes. Rute BRT akan dievaluasi agar tidak tumpang tindih dengan angkot dan angdes.

“Segmen BRT kan berbeda dengan angkot. Jadi nanti rute operasinya kita atur dari halte ke halte. Sementara angkot bebas turun naikkan penumpang di mana saja,” ujarnya, Jumat, 20 Januari 2017.

Baca juga:  Pemkot akan Bongkar Jembatan Penyeberangan

Bayu menyatakan akan segera melakukan evaluasi rute yang tumpang tindih dengan angkot.

“Rute yang overlapping-nya banyak kita perbaiki. Rute yang overlapping itu seperti rute Narmada-Bertais dan Kebon Roek-Senggigi. Ndak semua rute overlapping,” jelasnya.

Sementara mengenai halte, Bayu menyatakan jumlah halte sudah cukup banyak. Namun muncul keluhan masyarakat terkait BRT yang menaikturunkan penumpang tidak pada halte. Menurutnya ini disebabkan halte yang telah digunakan sebagai tempat parkir kendaraan lain maupun tempat berjualan.

“Halte sudah ada, tapi mungkin BRT turun naikkan penumpang tidak di halte. Kenapa terjadi itu? Banyak sebabnya juga, seperti halte yang dipakai jadi parkir mobil bahkan dipakai jualan. Jadi memang ada banyak hal yang perlu dibenahi,” ungkapnya.

Baca juga:  Jembatan Penyeberangan di Jalan Pejanggik Dibongkar

Terkait rencana menjadikan angkot dan angdes sebagai angkutan pengumpan (feeder) BRT, mantan Kepala Dishubkominfo NTB ini mengaku tengah merumuskan bersama dengan Dishub Kota Mataram.

“Kita tawarkan angkot itu untuk jadi feeder menuju ke BRT. Tapi sekarang masih kita rumuskan dengan Dishub Kota Mataram seperti apa konsepnya,” katanya. (ros)