Rizieq Shihab Harus Punya Komitmen Jaga Kondusivitas NTB

Mataram (Suara NTB) – Meski sudah ada sinyal diizinkannya kegiatan tablig akbar, Imam Besar FPI, Rizieq Shibab, tetapi harus ada pernyataan komitmen dari panitia penyelenggara. NTB yang sudah kondusif ini tidak boleh terganggu dengan aksi provokasi.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Umar Septono SH MH mengatakan, pihaknya memberi syarat tambahan sebelum menerima izin tablig akbar Rizieq Shihab di Lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah.

“Komitmen tidak melakukan provokasi. Intinya ada komitmennya lah,” ujarnya ditemui usai salat Jumat di Masjid Baitussalam Mapolda NTB, kemarin. Pembuatan komitmen itu, kata dia, yakni bermusyawarah dengan aparat kepolisian.

Panitia kegiatan itu, sambung dia, sudah menyampaikan surat pemberitahuan kegiatan yang sedianya diselenggarakan pada Minggu (29/1) itu. Namun, ada persyaratan mendasar yang masih perlu dilengkapi kembali.

“Nanti diundang diskusi dengan Dir Intel (Direktur Intelijen). Perizinan setelah (surat) pemberitahuan lengkap. Masih ada kurang rekomendasi dari Lombok Tengah,” jelasnya.

Kapolda mengetahui bahwa judul kegiatan yang disebar lewat pamflet daring itu juga menyelipkan agenda penggalangan dana untuk korban banjir Kota Bima.

Ia berpendapat, panitia meskipun punya pertimbangan tersendiri, juga memerhatikan kondisi kekinian. Sebab, Rizieq Shihab sedang dirundung persoalan hukum berkat ucapannya belakangan ini.

“Di sini kan sudah banyak ustad yang baik-baik, tapi ngundangnya ustad yang lagi pro kontra ini. Itu masalahnya,” sebut Umar. “NTB sekarang ini sudah kondusif,” tandas jenderal bintang satu ini. (why)