Panitia Pengajian Habib Rizieq Belum Koordinasi dengan Pemprov NTB Soal Penggunaan IC

Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB menyatakan tak akan memberikan izin penggunaan Islamic Center  (IC) sebagai lokasi pengajian Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Drs. H. L. Syafi’i, MM mengatakan hingga saat ini belum ada koordinasi dari panitia.

“Tetapi apa yang mereka lakukan kita pantau. Mereka belum memberikan laporan resmi ke kita. Kalau Islamic Center jelas tidak akan diberikan. Suratnya aja belum masuk, kita tunggu suratnya  dulu. Tentu akan kita rundingkan dengan berbagai pihak,” kata Syafi’i dikonfirmasi di Mataram, Senin, 16 Januari 2016.

Menurutnya, kehadiran IC sebagai lambang peradaban, kedamaian dan persatuan umat.

Meskipun pengajian akbar imam besar FPI itu juga akan dirangkai dengan kegiatan penggalangan dana bagi korban banjir di Kota Bima, Syafi’i mengatakan tidak semudah itu Pemprov akan memberikan izin. Menurutnya, jika ada surat permohonan penggunaan IC maka dikaji terlebih dahulu.

“Kita akan lihat dampak-dampak apa yang akan ditimbulkan.  Bagi kita adalah kehadiran Islamic Center itu sebagai sebuah lambang peradaban, lambang persatuan umat dan  lambang kedamaian,” terangnya.

Mantan Asisten III Setda NTB ini menegaskan hingga saat ini belum ada surat permohonan penggunaan IC untuk kegiatan tersebut. Ia mengatakan kemungkinan mereka tak punya rencana untuk menggunakan IC.

“Tidak  ngerti kita, mereka tidak lampirkan surat  ke pemerintah. Kalau masalah dia mau datang, kunjungan keluarga, silakan. Masak dilarang,” tandasnya. (nas)