Kurtubi Dorong Pembangunan PLTN di NTB

Mataram (suarantb.com) – Anggota Komisi VII DPR RI, Dr.H. Kurtubi mendorong agar Indonesia khususnya Provinsi NTB segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Hal itu dikatakan Kurtubi setelah bertemu dengan pemimpin salah satu perusahaan listrik Rusia Rosatom Vladmir Chuchkin baru-baru ini. Dalam pertemuan itu, Kurtubi menjelaskan kondisi kelistrikan di Indonesia sekaligus prospek PLTN kedepannya.

Menurutnya, sebagai bangsa dengan jumlah penduduk yang banyak, Indonesia perlu belajar banyak dari Rusia yang memiliki kegiatan pengayaan uranium sebagai bahan bakar PLTN terbesar di dunia. Karena Rosatom merupakan perusahaan listrik terbesar di Rusia dan sedang membangun PLTN di 40 negara dengan total kapasitas 27.000 MW.

Teknologi PLTN Rosatom saat ini sudah pada level ke-3 plus (+), yang berarti jauh lebih maju dari teknologi PLTN Chernobyl dan PLTN Fukushima Jepang yang mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu. Sementara di Indonesia, jumlah pembangkit listrik saat ini hanya 56.000 MW dengan penduduk sekitar 230 juta jiwa.

Baca juga:  Menanti Gebrakan Wakil Rakyat NTB di Senayan

Dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia jauh ketinggalan. Sebagai perbandingan negara-negara Arab kaya minyak yang sudah membangun PLTN diantaranya adalah Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia. Termasuk sejumlah negara OPEC kaya minyak seperti Mesir dan Yordania. Sedangkan untuk Negara lainnya yang sudah memiliki PLTN di antaranya Amerika Serikat dengan 100 PLTN, Perancis dengan 58 PLTN, Jepang 48 PLTN, Rusia 33 PLTN, Korea 23 PLTN, Cina dengan 21 PLTN, India 21 PLTN, Kanada 19 PLTN, Inggris 16 PLTN, Ukraina 15 PLTN, dan Swedia dengan 10 PLTN.

Kurtubi menjelaskan, dengan tenaga listrik yang ada saat ini, tingkat konsumsi listrik Indonesia termasuk sangat rendah. Selain itu, masih ada sekitar 40 juta penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik. “Sehingga banyak investasi terhambat karena kurangnya listrik ini,” paparnya.

Baca juga:  Dilantik, Anggota DPR RI dari NTB Diharapkan Perkuat Poros Jakarta - NTB

Khusus untuk Provinsi NTB, lanjut politisi Nasdem asal Kediri Lombok Barat ini, dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang disertai tingkat pembangunan ekonomi yang terus berkembang, NTB menjadi salah satu daerah di Indonesia yang menurutnya sangat membutuhkan daya listrik banyak. Lagipula, NTB berencana membangun sejumlah proyek besar seperti Mandalika Resort, Pelabuhan Gili Mas, Global Hub Kayangan, Smelter di Sumbawa, pengembangan kawasan wisata di Pantai Sekotong, Selong Belanak, dan Mawun.

Maka dari itu, NTB dinilai Kurtubi sangat perlu untuk segera merencanakan sumber daya kebutuhan listrik hingga 50 tahun ke depannya. Artinya, peluang untuk mengembangkan PLTN di daerah NTB sangat memungkinkan. Apalagi biaya produksi PLTN dengan kapasitas 2 X 1200 MW jauh lebih murah dibandingkan biaya produksi listrik rata-rata di NTB saat ini. (ast)