Risiko Bencana di NTB Meningkat

Mataram (suarantb.com) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum menyebutkan potensi bencana di NTB tahun ini semakin meningkat. Kondisi saat ini juga lebih sulit memprediksi lokasi yang berpotensi besar terkena bencana. Demikian disampaikannya saat ditemui di Golden Palace Hotel Lombok, Senin, 5 Desember 2016.

“Terus terang saja, kita lihat potensi bencana sudah ada dimana-mana sekarang. Tidak bisa kita prediksi, yang dulu tidak pernah kena, sekarang juga terkena,” ujarnya.

Menurut Rum  penyebab utamanya ada dua hal, yakni penebangan liar dan pendangkalan sungai. Penebangan liar yang sudah banyak terjadi di beberapa kawasan hutan di NTB, mengakibatkan berkurangnya pohon yang menyerap air hujan.

Baca juga:  BPBD Dompu Petakan Daerah Rawan Bencana Alam

“Kalau serapan air berkurang dan kapasitas air lebih besar dari yang bisa ditampung lingkungan, bisa dipastikan akan terjadi banjir. Apalagi saluran air banyak yang tersumbat sampah,” jelasnya.

Selain itu, pendangkalan yang terjadi di beberapa sungai di Lombok khususnya, menjadi penyebab lain timbulnya bencana. Sehingga menurut Rum, seharusnya dilakukan normalisasi di beberapa sungai tertentu, seperti Sungai Ancar dan Sungai Meninting.

Baca juga:  BPBD Dompu Petakan Daerah Rawan Bencana Alam

Pencegahan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan. Cara mudahnya dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat, terutama sungai.

“Nanti misalnya sudah kita bersihkan, tapi nanti ada yang buang satu kresek sampah lagi ke sungai. Kalau yang buang ratusan orang, kan jadinya 100 kresek. Jadinya sia-sia saja kalau masyarakat juga tidak bekerja sama,” imbuhnya. (ros)