16 Desa di NTB Masih Alami Krisis Air Bersih

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak 16 desa di NTB masih mengalami krisis air bersih. Semua desa ini berada di Pulau Lombok khususnya di wilayah selatan mulai dari Lombok Tengah sampai Lombok Timur. Desa-desa yang mengalami krisis air bersih ini kerap mengalami kekeringan parah, terutama di musim kemarau. Sehingga masyarakat di wilayah tersebut terpaksa harus membeli air, atau mengambil air dari jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.

Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti mengatakan, persoalan ini menjadi prioritas Pemprov NTB dalam RPJMD 2013-2018. Sebab bagaimanapun juga, penduduk di 16 desa tersebut memiliki hak yang sama sebagai masyarakat NTB.
Generasi muda di desa-desa tersebut pun memiliki potensi yang tidak jauh berbeda dengan pemuda-pemuda di daerah yang tidak mengalami krisis air bersih. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen memberikan perhatian demi kelayakan hidup masyarakat di wilayah tersebut.

Baca juga:  Proyek Perpipaan PDAM di Oo Dilanjutkan

“Ini sebuah komitmen, sehingga sejak 2013 sudah ada anggaran untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkapnya, Kamis, 13 Oktober 2016.

Pemprov NTB sendiri telah menggelontorkan sekitar Rp 20 miliar sampai Rp 30 miliar per tahun untuk pengentasan masalah krisis air bersih di NTB. Sementara ini, kekeringan di 16 desa ini sudah menunjukkan adanya kemajuan dengan adanya tandon-tandon air di daerah tersebut. Namun permasalahan yang masih tersisa adalah masih sulitnya menemukan sumber air untuk mengisi tandon air yang telah dibangun. Dengan adanya program pemerintah membangun sumur bor, diharapkan permasalahan tersebut dapat diatasi.

Baca juga:  Minimnya Pasokan Air Bersih Hambat Investasi di Sekotong

Akan tetapi, proyek sumur bor ini pun masih belum terlaksana dengan optimal. Pemerintah mengharapkan kerjasama dengan pihak swasta untuk membantu mengentaskan permasalahan krisis air bersih ini, selain alokasi dana dari Pemprov NTB dan pemerintah pusat. Pemprov NTB saat ini akan berupaya mengadakan komunikasi dengan pihak swasta yang ada di NTB demi mewujudkan harapan tersebut. Sehingga dengan demikian, target Presiden Joko Widodo mewujudkan daerah 100:0:100 dapat dicapai NTB.

“Kita berikan jatah kepada pihak swasta, masing-masing membantu di wilayah-wilayah tertentu. Syukur-syukur, 2018 bisa selesai,” ujarnya. (rdi)