Game Sekolah Desa, Permainan Khusus Untuk Perangkat Desa di NTB

Mataram (suarantb.com) – Tak hanya untuk kawula muda, sekarang sudah tersedia permainan atau game khusus untuk perangkat desa di NTB dengan nama Game Sekolah Desa. Permainan ini dikembangkan organisasi Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) NTB. Demikian pantauan suarantb.com, Kamis, 6 Oktober 2016.

Bertepatan dengan acara Pencanangan Desa Benderang Informasi Publik (DBIP) yang berlangsung di Rinjani Ballroom, Hotel Lombok Raya, KOMPAK NTB memperkenalkan permainan untuk kepala desa di NTB. “Kami memanfaatkan momentum DBIP untuk mensosialisasikan game ini kepada kepala desa yang hadir. Mereka juga bisa mencoba langsung disini,” jelas Koordinator Pemberdayaan Masyarakat KOMPAK NTB, Ridho Makruf.

Game Sekolah Desa ini merupakan permainan berbasis daring dan berisi soal-soal mengenai pelaksanaan UU Desa dan tata kelola desa. Tidak hanya kepala desa, semua perangkat desa juga bisa memainkan permainan ini.

Baca juga:  Kompetisi Gim Mobile Legends Dibatalkan, Peserta Mengeluh Dirugikan

“Permainan ini dirancang untuk mengukur kapasitas dari kepala desa dan aparat desa terkait dengan UU Desa dan peraturan teknis di bawahnya,” ujarnya.

Hasil dari permainan ini nanti akan langsung masuk dalam pusat data KOMPAK. Dari hasil tersebut, bisa diketahui apa yang perlu ditingkatkan dari perangkat desa yang bersangkutan. Sehingga mempermudah KOMPAK dalam membuat program-program seperti pelatihan dan sejenisnya.

“Tujuan jangka panjang dari program ini bagaimana agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat miskin. Dengan cara perbaikan tata kelola desa, terutama pada aspek-aspek kebutuhan dasar, seperti pendidikan, ekonomi dan kesehatan,” jelasnya.

KOMPAK sendiri merupakan organisasi yang didanai dan didukung pemerintah Australia sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kemiskinan. Dengan meningkatkan mutu dan cakupan pelayanan dasar serta meningkatkan peluang-peluang ekonomi di sektor non-pertanian bagi masyarakat miskin.

Baca juga:  Bukan Marquez, Ini Prediksi Pebalap NTB Soal Jawara MotoGP Mandalika

Selain dalam acara DBIP ini, sosialisasi Game Sekolah Desa ini juga dilakukan para pendamping desa. “Sekarang ini, permainan ini sedang kami galakkan di desa-desa. Mereka juga diminta menuntun dan membimbing aparat desa untuk mencoba game ini,” tambah Ridho.

Salah seorang kepala desa yang mencoba permainan ini adalah Kepala Desa Tapir Kabupaten Sumbawa Barat, Zainuddin. “Permainan ini menarik dan berguna, tapi yang main jadi seperti mengerjakan ujian,” ujarnya sambil tertawa. Namun, Zainuddin menyayangkan fasilitas internet di daerahnya yang belum memadai. “Fasilitas internet di KSB belum memadai. Jadi kalau mau menyusun dokumen harus ke warnet atau pakai modem,” jelasnya. (ros)