Peringati Hari Tani, Dua Kelompok Massa Gelar Aksi di Kantor Gubernur NTB

Mataram (suarantb.com) – Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke 56 tahun menjadi momentum bagi elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi. Pagi tadi, Senin 26 September 2016, dua kelompok massa secara terpisah menyuarakan tuntutan di halaman depan Kantor Gubernur NTB.

Kelompok massa mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Untuk Pembebasan menyuarakan aspirasi dan tuntutannya dengan pengawalan ketat polisi. Kelompok massa yang terdiri dari SMI, HMP2K Unram, WMPM Unram, Somasi, dan FMS Mataram menyuarakan tuntutan undang-undang nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Massa aksi menilai undang-undang tersebut merupakan undang-undang liberal di sektor agraria.

Selain itu, massa juga menuntut stop perampasan dan pengalihan fungsi tanah, usut tuntas konflik agraria dan stop kriminalisasi gerakan rakyat, pangkas alokasi APBN/APBD yang tidak produktif, dan stop diskriminasi pendidikan anak buruh dan tani.

Beberapa menit kemudian, kelompok massa mengatasnamakan diri Front Perjuangan Rakyat (FPR) NTB, juga menggelar aksi di tempat yang sama. Ratusan massa FPR NTB terdiri dari elemen mahasiswa dan tani di berbagai daerah di NTB.

Massa menuntut penolakan reformasi agraria yang dinilai palsu dan hanya menguntungkan segelintir orang. FPR NTB menyebutkan bahwa 37.020 jiwa rakyat NTB tercatat sebagai buruh migran, dan mengantarkan Provinsi NTB menduduki peringkat ke dua sebagai provinsi pengirim buruh migran terbanyak.

Selain menolak reformasi agraria yang dinilai tidak menguntungkan kaum tani dan masyarakat kecil lainnya, terdapat 19 poin tuntutan FPR NTB dalam aksi tersebut. Di antaranya, stop kriminalisasi terhadap kaum tani, tolak pengajuan izin hak guna usaha PT SKE di Sembalun, hentikan kriminalisasi terhadap Petani Jurang Koak yang ditangkap, dan hentikan pengerukan pasir di Lombok Timur.

Aksi yang berlangsung damai tersebut, mendapat pengawalan dari petugas kepolisian. Hadir Kapolres Mataram dan Kapolsek Mataram dalam pengamanan terhadap unjuk rasa tersebut. (szr)