Pemkot Didesak Segera Laksanakan Osamtu untuk Atasi Sampah

Mataram (suarantb.com) – Sampah di Kota Mataram masih menjadi persoalan utama yang belum tertangani maksimal. Pola penanganan konvensional (angkut-buang) dianggap tak lagi efektif, sebab produksi sampah makin meningkat. Terbatasnya transfer depo akibat kurangnya lahan mengakibatkan penumpukan sampah di berbagai titik.

Untuk itulah, DPRD Kota Mataram mendesak Pemkot Mataram segera melaksanakan program Osamtu (Olah Sampah Terpadu). Program ini dianggap solusi paling efektif dalam menangani persoalan sampah. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi kepada suarantb.com, Kamis, 22 September 2016.

Penanganan sampah pembakaran ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah. Sehingga permasalahan lain seperti bau busuk dan wabah penyakit dapat diminimalisir.

Baca juga:  Pemadaman Habiskan Rp750, Kebakaran TPA Kebon Kongok Jadi Pembelajaran

Didi menerangkan pembakaran sampah melalui Osamtu ini dapat menangani sampah dalam waktu yang relatif cepat, karena menggunakan pendekatan teknologi. Namun, program ini masih belum dapat dioperasikan di lapangan karena terkendala polusi asap sisa pembakaran.

“Ini (Osamtu) karena masih uji coba, belum selesai pada tahap

penanganan limbah asapnya,” ujarnya. Adanya limbah asap ini dikarenakan pembangunan fasilitas Osamtu belum lengkap. Osamtu saat ini sedang dikembangkan akademisi Tejo Wulan sesuai dengan konsep yang dimilikinya.

Setelah permasalahan limbah asap teratasi, dampak yang dapat merugikan masyarakat bisa diminimalisir, baru kemudian Osamtu dapat diterapkan secara massif. Berdasarkan kalkulasi, 25 unit osamtu diperkirakan dapat menangani permasalahan sampah secra menyeluruh dan maksimal.

Baca juga:  Pemkot Wacanakan Bangun TPA Sendiri

“Kita berencana memberikan masing-masing satu tungku pembakaran kepada tiap-tiap kelurahan, tapi jika tidak bisa ya satu tungku untuk gabungan beberapa kelurahan,” jelasnya.

Didi meyakini Osamtu dapat menuntaskan persoalan sampah. Ia menginginkan rancangan Osamtu rampung tahun ini dan dapat diterapkan 2017 mendatang. Untuk itu, ia berharap instansi terkait yang menangani sampah dapat bekerja sama mewujudkan pelaksanaan program ini.

“Saya minta fokus ke arah itu (penerapan Osamtu). Harus satu pandangan, jangan lagi antar SKPD terkait memiliki perbedaan pandangan yang berbeda,” jelasnya. (rdi)