Busung Lapar dan Kriminalitas Meningkat, Mahasiswa di Mataram Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Mataram (suarantb.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Mataram, menggelar unjuk rasa di Perempatan Bank Indonesia Mataram, Kamis, 18 Agustus 2016. Mereka mendesak pemerintah untuk merealisasikan hak-hak rakyat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengibarkan bendera setengah tiang sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di sela pengibaran bendera, massa juga menggelar teatrikal bertajuk penindasan terhadap rakyat kecil.

Kordinator Lapangan (Korlap), Solo kepada suarantb.com mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk kritikan kepada pemerintah. Pasalnya, beberapa daerah di NTB masih terjadi busung lapar serta tingginya angka kriminalitas.

“Hasil observasi dan investigasi kami, khususnya di NTB, di Lombok Timur busung lapar makin meningkat. Di Lombok Tengah mengapa angka kekerasan dan kejahatan makin meningkat, karena tidak adanya suatu lapangan pekerjaan,” ujar Solo saat ditemui disela-sela aksi.

Mereka juga kenaikan biaya kuliah yang terjadi setiap tahun. Setiap kampus di angkatan 2013 kenaikan dari Rp 1,5 juta sampai Rp 4,5 juta. Sedangkan 2016, biaya pendidikan masing-masing kampus naik lebih tinggi.

Terdapat tiga poin yang menjadi tuntutan massa SMI. Yakni pemerintah dapat merealisasikan pasal 31 UUD 1945, wujudkan upah layak nasional Rp 3,7 juta, dan berikan transparansi anggaran pendidikan serta stop kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa.

Selain memberikan tuntutan, mahasiswa juga memberikan solusi pada pemerintah dalam merealisasikan tuntutan mereka. Yakni mewujudkan reformasi agraria sejati, nasionalisasi aset-aset vital di bawah kontrol rakyat, bangun industri nasional yang mandiri di bawah kontrol rakyat. Serta mewujudkan pendidikan gratis dari TK hingga perguruan tinggi. Meski tidak mendapatkan pengawalan dengan ketat, namun aksi damai tersebut dapat berjalan tertib. (szr)