10 Ribu Surat Anak Indonesia akan Diserahkan ke Presiden

Mataram (suarantb.com) Sebanyak 10 ribu surat dari anak-anak Indonesia akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo saat puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Mataram pada tanggal 23 Juli 2016 mendatang. Surat ini berasal dari anak-anak di berbagai daerah di Indonesia yang berhasil dikumpulkan Pembaharu Muda Indonesia.

Hal ini disampaikan Direktur Gagas Foundation, Azhar Zaini kepada wartawan saat menggelar jumpa pers bersama Pembaharu Muda Indonesia, Senin, 18 Juli 2016. Ia menyampaikan saat puncak peringatan HAN nanti, akan diserahkan secara simbolis 100 lembar surat. Sedangkan satu surat akan dibacakan langsung di depan Presiden.

Isi surat tersebut intinya adalah mendesak Joko Widodo segera meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). FCTC ini adalah sebuah kerangka atau dokumen penting untuk melindungi anak-anak Indonesia dari dampak buruk tembakau.

“Dengan penandatanganan FCTC, negara bisa memberikan perlindungan kepada anak-anak,” ujarnya. Dengan diterimanya ribuan surat dari anak-anak Indonesia, Azhar berharap Presiden akan langsung mengakomodir keinginan anak-anak yang ingin terbebas dari bahaya tembakau.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak yang tergabung dalam Pembaharu Muda Indonesia juga akan meluncurkan kapsul waktu. Kapsul waktu adalah simbol tekad anak-anak muda dalam rangka menolak dijadikan sebagai target industri rokok.

Salah satu Pembaharu Muda Indonesia asal Mataram, Rayasa Puringgar Prasadha Putra menyampaikan kapsul waktu berisi komitmen 20 Pembaharu Muda Indonesia dari 17 kota di Indonesia. “Ini simbol yang pernah kita rancang di Bogor tentang aksi yang akan kita lakukan di daerah masing-masing,” jelasnya.

Dalam kapsul waktu tersebut juga berisi dukungan para Pembaharu Muda Indonesia kepada pemerintah daerah dalam mewujudkan kota layak anak (KLA). Rayasa menyampaikan dalam kapsul waktu tersebut juga berisi harapan mereka kepada pemerintah agar segera meratifikasi FCTC.

“Intinya menjauhkan anak-anak dari bahaya tembakau,” ujarnya. Kapsul waktu ini rencananya akan dibuka di Jakarta tahun 2017 mendatang. (ynt)