NTB Waspadai Sembilan Provinsi Tertinggi Kasus Covid-19

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyebaran Covid-19 yang kian mengkhawatirkan di DKI Jakarta memakan korban. Salah satu dokter asal NTB yang melaksanakan tugas dinas ke Jakarta, terkonfirmasi positif setelah pulang dari ibukota.

Dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19 di sembilan provinsi di Indonesia. NTB semakin meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang berasal dari sembilan provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua.

Iklan

‘’Pelaku perjalanan tetap harus kita waspadai. Kita tetap ada catatan pelaku perjalanan. Karena penting untuk kita ketahui. Daerah-daerah yang tinggi kasusnya. Seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Bali. Sembilan provinsi yang cukup tinggi kasusnya (diwaspadai). Karena mereka lebih tinggi kasusnya dari kita,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 18 September 2020.

Eka mengatakan, tingginya kasus Covid-19 di sembilan provinsi tersebut membuat NTB juga waspada. Karena ada satu tenaga kesehatan atau dokter yang sudah terpapar di Jakarta. ‘’Kemarin dokter kita, positif (Covid-19) itu pulang dari Jakarta. Ikut pelatihan di Jakarta, pulangnya positif,’’ ungkap Eka.

Melihat semakin tingginya kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Eka mengatakan kepergian pejabat sekarang dibatasi. Jika tidak penting, maka tidak akan pergi ke Jakarta. ‘’Jarang juga yang berangkat ke Jakarta sekarang. Kalau bulan-bulan kemarin masih agak banyak,’’ ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu dokter yang positif Covid-19. Dokter tersebut pergi ke Jakarta untuk tujuan pelatihan. Karena NTB mendapatkan bantuan alat ventilator. ‘’Karena (pelatihan) itu syarat dapat bantuan alat itu. Pulang-pulang dia positif,’’ katanya.

Dikes NTB mencatat tambahan 145 pelaku perjalanan pada Kamis, 17 September 2020. Sehingga jumlah pelaku perjalanan yang tercatat hingga saat ini sebanyak 75.837 orang. Dari jumlah tersebut 74.875 orang sudah selesai karantina atau discarded dan 962 orang masih karantina.

Tersebar di Kota Mataram sebanyak 33 orang, Lombok Tengah 26 orang, Lombok Timur 100 orang, Sumbawa Barat 360 orang. Kemudian, Sumbawa 15 orang, Dompu 389 orang, Bima 31 orang dan Kota Bima 8 orang.

Sedangkan jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 3.026 orang. Dengan rincian 2.399 orang sudah sembuh, 179 meninggal dunia dan 448 orang masih isolasi atau positif Covid-19.

Pada 17 September 2020, Dikes NTB mencatat tambahan 167 pelaku perjalanan di NTB. Sebanyak 24  orang di Kota Mataram, 104 orang di Lombok Tengah, Sumbawa Barat 9 orang dan Dompu 22  orang. (nas)