NTB Tanggap Darurat Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung

Infografis kejadian bencana alam yang melanda NTB selama bulan Januari 2021. (Suara NTB/pusdalops_bpbdntb)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., menaikkan status bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Hal tersebut sesuai Surat Keputusan Gubernur No. 360-33 Tahun 2021, yang ditetapkan 1 Februari 2021.

Berdasarkan SK tersebut, Gubernur mengatakan penetapan status tanggar darurat banjir, tanah longsor dan angin puting beliung tersebut memperhatikan surat Keputusan Bupati Sumbawa Nosor 61 Tabun 2021 tanggal 8 Junuari 2021 tentang Penetapan Status Tangap Darurat Bercana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung di Kabupeten Sumbawa.

Iklan

Kemudian, Surat Keputusan Bupati Bima Nomor 188.45/048/06.23 Tahun 2021 tangal 11 Januari 2021 tentang Penetapan Status Keadaan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Kabupaten Bima Tahun 2021.

Sehingga, diputuskan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di NTB selama 81 hari. Terhitung  dari tanggal 10 Januari 2021 sampai dengan 31 Maret 2021.

Dikatakan, status tangap darurat tersebut dapat diperpanjang sesuai kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana di lapangan. Di mana, Kepatasan Gubemur ini mulai berlaku pada tangaal 10 Januari 2021.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat 27 kejadian bencana alam sepanjang Januari 2021. Dengan jumlah masyarakat terdampak sebanyak 34.821 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Zainal Abidin, M. Si merincikan 27 kejadian bencana alam yang terjadi di NTB sepanjang Januari 2021. Sebanyak 21 kejadian merupakan bencana banjir atau banjir bandang, satu kejadian tanah longsor, 3 kejadian angin puting beliung dan 2 kejadian gelombang pasang.

Dampak bencana alam tersebut, sebanyak 34.821 terdampak, satu warga luka-luka dan satu meninggal. Sementara dampak kerusakan yang diakibatkan bencana tersebut, sebanyak 138 rumah warga rusak.

Dengan rincian, rusak berat 12 unit, rusak sedang 12 unit dan rusak ringan 114 unit. Selain itu, ada 11 fasilitas umum yang terdampak, terdiri dari fasilitas pendidikan 18 unit, fasilitas kesehatan satu unit dan tempat ibadah 3 unit. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional