NTB Susun Rencana Aksi Pengembangan Kawasan Industri Smelter KSB

H. Amry Rakhman (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) secara resmi telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu konstruksi pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga 2023. Pabrik pengolahan konsentrat tembaga dan emas yang rencananya tuntas dibangun 2022, akan molor menjadi 2023 akibat pandemi Covid-19.

Di sisi yang lain, Pemprov NTB melalui Bappeda sedang menyusun rencana aksi pengembangan kawasan industri smelter yang berada di KSB tersebut. ‘’Mulai konstruksi itu yang dia minta penundaan. Mudah-mudahan awal tahun depan sudah mulai konstruksi. Rencana awalnya Juli ini,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 30 Juni 2020.

Iklan

Dalam surat yang diterima, kata Amry, AMNT meminta perpanjangan waktu untuk konstruksi pembangunan smelter. Awalnya, smelter harus sudah selesai dibangun 2022, namun perusahaan tersebut meminta perpanjangan konstruksi hingga 2023.

‘’Tidak menyebutkan kapan mulainya tapi dia minta penambahan waktu untuk konstruksi. Mudah-mudahan paling enam bulan dan setahun paling telat,’’ katanya.

Akibat mewabahnya Covid-19 di seluruh dunia, menebabkan sirkulasi alat dan mesin untuk pembangunan smelter menjadi terhambat. Karena beberapa peralatan dan mesin yang akan digunakan harus didatangkan dari luar negeri.

Ditanya soal keseriusan AMNT membangun smelter di KSB. Amry mengatakan mereka cukup serius. Hal ini dibuktikan dengan perencanaan yang sudah disusun cukup detail. Begitu juga soal penyiapan lahan yang menjadi lokasi inti sudah dibebaskan.

Bahkan, kata Amry, progres pembangunan smelter pada Maret lalu sudah 30 persen. ‘’Mereka setiap saat memberikan laporan ke Menteri ESDM,’’ jelasnya.

Pengembangan kawasan industri smelter di KSB, kata Amry sudah menjadi komitmen Pemerintah Pusat. Karena sudah tertuang dalam Perpres No. 18 Tahun 2020. Dari 27 kawasan industri yang dibangun selama lima tahun secara nasional, salah satunya di KSB.

  Smelter akan Dibangun dengan Kapasitas 1,3 Juta Ton Konsentrat per Tahun

“Dan saya sudah membuat rencana aksi kawasan industri smelter yang di KSB.  Tapi belum saya konsultasikan lagi ke Kementerian Perindustrian akibat pandemi Corona,” tuturnya.

Penyusunan rencana aksi pengembangan kawasan industri smelter tersebut untuk memantapkan program dan kegiatan setiap kelembagaan yang terlibat. Karena bukan hanya smelter yang terbangun tetapi juga ada industri ikutan seperti pabrik semen, pupuk, kabel dan lainnya.

“Untuk industri ikutannya ini AMNT sedang dalam penjajakan mitra-mitra mereka,” tandas mantan Asisten II Setda KSB ini. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here