NTB Siapkan Strategi Lebih Cepat Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Kepala Bappeda NTB, H. Iswandi (paling kiri) dalam kegiatan FGD, kemarin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB mengambil langkah, menyiapkan strategi pemulihan ekonomi yang lebih cepat di masa pandemi Covid-19. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Kamis, 7 Oktober 2021 menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan strategi tersebut. FGD menghadirkan keynote speaker , Eka Chandra Buana, SE, MA dari Bappenas.

Dimoderatori Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda NTB, Iskandar Zulkarnain, SPt. M.Si, sejumlah narasumber yang diundang diantaranya, Dr. Amry Rachman (Kepala Bappenda NTB), Dr. Prayitno Basuki (akademisi), Achmad Fauzi (Deputy Bank Indonesia NTB), Suryahadi (DPRD NTB),  I Gusti Lanang Putra (BPS NTB),  Sudarmanto (Kepala DJPB NTB), Lalu Anas Amrullah (Kadin NTB), dan Santoso (Article 33).

Iklan

Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring, dengan menggunakan protokol Covid-19. Hadir pada kesempatan ini, Asisten II Setda NTB, dr. Eka Nurhandini, Sp.A. Undangan lainnya dari Bappeda se NTB, OPD-OPD lingkup Provinsi NTB, dan asosiasi usaha/profesi serta stakeholders terkait.

Salah satu hal yang menarik dalam FGD ini adalah potensi pemulihan ekonomi di Provinsi NTB yang lebih cepat.  Bahkan disebut oleh Bappenas ekonomi NTB sudah pulih. Karena didukung oleh sektor-sektor unggulan dan sumber daya alam yang melimpah.

Dr. Prayitno Basuki mengemukakan, di tengah situasi ekonomi seperti ini, akan sangat lambat pemulihannya jika hanya mengandalkan dukungan APBD. Kapasitas fiscal NTB dalam setahun dua tahun akan tetap berat. Karena itu, diperlukan mitra strategis untuk berkerja sama secara berkelanjutan. Bisa swasta, maupun NGO, investor, maupun mitra strategis sektor keuangan  dalam mengembangkan sektor-sektor strategis.

Bersama mitra strategis ini, dapat dilakukan pembinaan dan pengelolaan sektor-sektor potensial yang dimiliki NTB bersama – sama. Misalnya, sektor pertanian yang paling bertahan di tengah pandemi. Menurutnya tidak cukup hanya dari hulu ke hilir pengelolaannya, tetapi  harus langsung hingga pemasarannya.

‘’Tidak cukup hanya mengembangkan komoditas atau sektor sampai kepada hanya kita membuat produk, tetapi tidak memasarkan. Itu repot. Di sanalah salah satu fungsi mitra strategis ini,’’ ujarnya.

Sektor strategis ini memiliki peran lengkap,  dari pembinaan, mentoring, fasilitasi, sampai kepada promosi dan pemasaran.  Lanjut Prayitno Basuki, sektor pertanian juga tidak bisa sendiri, harus didukung sektor tengah, yaitu pariwisata danindustri pengolahan.

‘’Dan sektor-sektornya sudah diidentifikasi. Sekarang tinggal langkah-langkah strategis di kawan-kawan daerah, apa yang harus dilakukan untuk membangun bisnis model ini,’’ katanya.

Kepala Bappeda NTB, Dr.Ir.H. Iswandi dalam kegiatan pembukaan FGD mengatakan, dalam perspektif pembangunan tidak boleh melihat anggaran APBD secara parsial. Anggaran yang masuk ke NTB bersumber dari APBN, Kementerian Lembaga, dari kabupaten/kota, bahkan dari masyarakat sendiri. Semuanya harus dilihat secara komprehensif. Potensi pulihnya NTB tidak hanya ditentukan oleh APBD. Melainkan seluruh sumberdaya ekonomi. Termasuk di dalamnya adakan sektor swasta yang harus terus didorong untuk melakukan langkah-langkah untuk turut mempercepat pemulihan ekonomi.

“Semua harus punya komitmen yang sama untuk pulih lebih cepat. Inilah yang kita dorong salah satunya melalui FGD ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut salah satu sektor yang paling berpeluang terus dikembangkan adalah sektor pertanian. Sektor pertanian ini yang paling menarik karena memiliki daya tahan , terutama di masa pandemi ini. karena itu, sektor ini juga menurutnya harus diperkokoh. Namun tidak juga hanya mengandalkan satu sektor ini saja.

Perlu dilakukan diversifikasi ekonomi agar nilai tambah dari sektor pertanian meningkat.  Demikian juga sektor – sektor lainnya. Sehingga dirumuskanlah bersama bagaimana mengelola sektor-sektor potensial yang ada ini untuk mendorong geliat dan pertumbuhan ekonomi lebih cepat.(bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional