NTB Siapkan Fase Menuju “New Normal”

0
H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

NTB merupakan salah satu daerah yang masih masuk zona merah penyebaran kasus Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia. Sehingga belum masuk daerah yang diizinkan menerapkan new normal atau kenormalan baru.

Namun, Pemprov NTB mulai menyiapkan fase-fase menuju new normal. Di mulai dengan membuka tempat ibadah seperti masjid untuk pelaksanaan salat berjemaah. Secara bertahap kita akan terus melakukan evaluasi menuju new normal. Diharapkan memang tak harus serta merta (dibuka), kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Jumat, 5 Juni 2020.

IKLAN

Ia mengatakan, tidak serta merta semua kemudian dibuka. Yang menjadi prioritas adalah tempat ibadah kemudian pusat-pusat ekonomi vital dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Sambil terus melakukan evaluasi terhadap hal-hal lainnya.
Kembali produktif dengan tetap tegakkan protokol Covid-19. Karena kasus masih ada makanya kita lebih disiplin, lebih tegakkan lagi protokol Covid-19, kata Sekda NTB ini.

Ia menekankan, resep paling ampuh untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Ketika ditanya apakah dengan membuka tempat ibadah, artinya NTB sudah memasuki new normal? Sementara kasus baru Covid-19 di NTB semakin bertambah.

Gita mengatakan, Pemda terus melakukan evaluasi secara keseluruhan. Seiring berjalannya waktu, tagline awal pemerintah yang menyatakan perang melawan Covid-19, sekarang tidak lagi demikian. Tapi berdamai dengan Covid-19. Nasional, dunia menyebutkan new norm, kehidupan dengan norma-norma baru, katanya.
Dengan kondisi penyebaran Covid-19 di NTB yang masih merah membara, Gita menekankan kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan harus diperketat. Kita mulai belajar bertahan, dan evaluasi terus menerus menuju new normal, tandasnya.

Dinas Kesehatan mencatat angka positive rate yang menjadi salah satu kriteria penerapan new normal masih sangat tinggi. Daerah yang dapat menerapkan new normal apabila positive rate-nya di bawah 5 persen. Sementara NTB, angka positive rate-nya saat ini sebesar 13 persen.
Dengan rincian, Kota Mataram 12 persen, Lombok Barat 22 persen, Lombok Tengah 10 persen, Lombok Timur 11 persen, Lombok Utara 20 persen, Sumbawa 11 persen, Sumbawa Barat 27 persen, Dompu 10 persen, Bima 10 persen,dan Kota Bima 27 persen.

Berdasarkan data Pemprov NTB, Kamis, 4 Juni 2020, kasus baru positif Covid-19 terus bertambah. Bahkan melonjak sebanyak 52 kasus baru. Dengan tambahan pasien sembuh 24 orang dan meninggal tiga orang. Sehingga jumlah kasus positif Covid-19 di NTB menjadi 757 orang. Dengan rincian 323 orang sudah sembuh, 21 meninggal dunia, serta 413 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 1.349 orang dengan perincian 593 PDP masih dalam pengawasan dan 756 PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.885 orang, terdiri dari 427 orang masih dalam pemantauan dan 5.458 orang selesai pemantauan.

Sementara jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala tercatat sebanyak 7.186 orang, terdiri dari 2.156 orang masih dalam pemantauan dan 5.030 orang selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 61.521 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 2.268 orang dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 59.253 orang. (nas)