NTB Siapkan Aspek Hulu dan Hilir Sambut MotoGP 2021

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – NTB sedang mempersiapkan dari aspek hulu dan hilir untuk menyambut MotoGP 2021 mendatang. Mulai dengan memastikan pembangunan infrastruktur, aspek ekonomi hingga kesiapan masyarakat menyambut event dunia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tersebut.

“Tadi saya pimpin rapat di Bappeda, bagaimana mulai dari hulu dan hilirnya dipersiapkan,” kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 22 September 2020 siang.

Iklan

Dari sisi infrastruktur dilakukan pengawalan agar pembangunannya tuntas tepat waktu. Seperti pembangunan jalan bypass dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) – KEK Mandalika sepanjang 17 km.

“Jalan sepanjang 17 km yang akan terbangun bagaimana kesiapannya setelah kemarin ada penundaan lelang. Bagaimana agar segera dipastikan Oktober ini sudah mulai konstruksi. Sepuluh bulan ke depan harus dipastikan dalam keadaan terbangun dan siap dimanfaatkan,” kata Sekda.

Begitu juga dengan pembangunan Sirkuit Mandalika. Dalam rapat di Kantor Bappeda, kata Gita, progres pembangunan Sirkuit Mandalika juga dievaluasi. Selain itu, kata mantan Komisaris Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang menjadi pengelola KEK Mandalika, kesiapan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian.

“Bagaimana ITDC berkomunikasi dengan Pemda Kabupaten Lombok Tengah, kecamatan dan desa. Kesiapan mentalitas masyarakat, aspek ekonomi. Itu semua dievaluasi, disinkronkan,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat cukup antusis menyambut MotoGP 2021. Sehingga semua hal  yang berkaitan dengan hulu dan hilir sedang dipersiapkan sebelum perhelatan MotoGP 2021.

Sebelumnya, PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai tuan rumah pelaksanaan MotoGP 2021 meminta kesiapan pasokan makanan dan minuman (food and beverage) perlu dipikirkan oleh Pemda. Pemda perlu melakukan pemetaan dari sekarang, mengenai  kebutuhan makanan untuk 50.000 pengunjung yang akan menyaksikan MotoGP 2021 dalam satu hari.

“Pada saat MotoGP, banyak menanyakan mengenai hunian atau tempat menginap. Tetapi ada satu hal yang belum dipikirkan, belum begitu mencuat. Yaitu kebutuhan food and beverege,” kata Operations Head The Mandalika, I Made Pari Wijaya belum lama ini.

Pada saat perhelatan  MotoGP, diperkirakan ada 50.000 orang yang berkumpul atau berkonsentrasi selama satu hari di KEK Mandalika menyaksikan MotoGP. Para pengunjung sebanyak itu membutuhkan banyak makanan. “Ini yang belum ada yang memikirkan,” katanya.

Berdasarkan pengalaman ITDC saat menjadi venue utama pelaksanaan Anual Meeting IMF di Bali pada 2018 lalu. Ada 32.000 orang dari seluruh dunia yang datang ke Bali. Begitu juga pada saat pelaksanaan  APEC, jumlah peserta sebanyak 16.000 orang.

“Yang menarik pada saat Anual Meeting IMF, kita harus menyiapkan tiga hari stok makanan. Kalau misal, berasnya butuh satu ton per hari. Di gudang harus ada 3 ton. Kalau tidak tersedia, maka tak akan dijadikan venue akomodasi,” kata Pari Wijaya.

Menurut Pari Wijaya, ketersediaan pasokan makanan jelang MotoGP 2021 perlu dipetakan mulai saat ini. Ia mengatakan, pada pelaksanaan MotoGP 2021 mendatang, bahan pangan seperti beras, telur dan sayur akan banyak dibutuhkan.

“Hal ini perlu disounding, bahwa ketersediaan bahan makanan juga perlu kita petakan. Dimana kita mendapatkan telur, beras, sayur. Ini juga peluang usaha yang perlu dikembangkan,” katanya.

Terkait tenaga kerja, ITDC menghitung estimasi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tersebut sebanyak 3.384 orang hingga 2022 mendatang. Terdiri dari tenaga kerja tahap konstruksi sebanyak 2.350 orang dan tenaga kerja tahap beroperasi 1.034 orang.

Kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika, dikelompokkan menjadi dua. Yakni, kebutuhan tenaga kerja tahap konstruksi dan tenaga kerja tahap beroperasi. Ia menyebutkan ada 18 proyek yang menyerap tenaga kerja di KEK Mandalika.

Masing-masing lima proyek infrastruktur AIIB, tiga proyek/pekerjaan NIA dan 10 proyek yang dikerjakan investor, berupa pembangunan utilitas, fasilitas dan hotel di KEK Mandalika. Pada tahap konstruksi membutuhkan banyak insinyur. Sedangkan pada tahap operasional, banyak membutuhkan tenaga kerja di bidang hospitality. Mulai dari food and beverage, room service, security. (nas)