NTB Siapkan 99 Desa Industri

Hj. Nuryanti. (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Dinas Perindustrian Provinsi NTB menginisiasi pembentukan 99 desa industri untuk menggelorakan semangat industrialisasi di provinsi ini. Menuju terbentuknya 99 desa industri itu, saat ini tengah disiapkan payung hukumnya, yaitu Peraturan Gubernur (Pergub).

Desa industri diterangkan sebagai desa yang menjalankan kegiatan-kegiatan industri, dari hulu ke hilir. Atau, bisa juga didalamnya masyarakat hanya melakukan kegiatan industry hilirisasi. Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE, ME saat mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah meninjau pembibitan kurma dan panen kurma di Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat, 1 Oktober 2021 mengatakan, rancangan Pergub untuk 99 desa industry ini tengah dalam proses.

Iklan

Desa industri digambarkan sebagai desa berbasis kawasan. Misalnya, kawasan produksi berbasis peternakan, kawasan produksi pertanian dan hortikultura, kawasan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), kawasan produksi berbasis kriya, kawasan produksi berbasis produk kelautan dan perikanan, atau bisa juga kawasan produksi kriya.

Desa industri ini sebelumnya sudah digalakkan oleh Kementerian Perindustrian tahun 2015. Didalamnya minimal ada lima aktor pelaku industrinya. “Contoh calon desa industri misalnya, di Brembeng ada sentra pande besi, kemudian di Gunungsari ada sentra produksi gula merah, ada juga desa yang menghasilkan produk-produk kerajinan dari kulit, dan sebagainya,” kata kepala dinas.

Dinas Perindustrian sudah melakukan verifikasi calon-calon desa industri di seluruh kabupaten di NTB, terjaring seratusan desa potensial menjadi desa industri. Nuryanti menambahkan, nantinya desa-desa industri ini akan dibina menghasilkan produk yang berstandar pasar nasional bahkan internasional.

“Apa kebutuhannya di desa itu nantinya, tinggal disesuaikan masing-masing desa industri. Pemerintah melakukan intervensi memberikan pendampingan (pengawalan). Dengan menggerakkan desa industri ini, kita berharap PDRB NTB bisa terdorong,” ujarnya.

Nuryanti melengkapi keterangannya, bahwa inisiatif membangun 99 desa industri ini adalah bagian dari program industrialisasi yang dicanangkan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Industrialisasi yang dimaksudkan tidak selalu harus berupa hadirnya teknologi yang terlalu rumit atau berupa mesin-mesin besar.

Atau hadirnya pabrik-pabrik besar. Namun industrialisasi itu adalah lahirnya teknologi sederhana yang bisa mengolah sumber daya alam dan kekayaan ro material yang dimiliki NTB menjadi aneka produk olahan. Sehingga nilai jualnya menjadi lebih tinggi (bertambah). Salah satunya melalui desa industri. “Desa industri ini juga nantinya akan menjadi penyangga desa-desa wisata,” demikian Nuryanti. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional