NTB Siagakan 18 RS Rujukan, Puncak Wabah Corona Diprediksi Mei Mendatang

Infografis hasil rapid test terhadap populasi berisiko di NTB. Dari 1.365 orang yang dilakukan rapid test, sebanyak 161 orang menunjukkan hasil reaktif. (Sumber : Diskominfotik NTB)

Mataram (Suara NTB) – Pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) diprediksi akan melonjak. Pasalnya, dari rapid test (tes cepat) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dikes), seratusan warga menunjukkan hasil reaktif Covid-19.

Dikes NTB memprediksi puncak wabah Covid-19 pada Mei mendatang. Mengantisipasi  lonjakan pasien, NTB menyiapkan 18 rumah sakit (RS) sebagai tempat rujukan pasien Corona, yang tersebar di 10 kabupaten/Kota di NTB. Jumlah pasien positif Covid-19 di NTB tercatat 41 orang. Dimana, tujuh orang sudah dinyatakan sembuh dan 2 orang meninggal dunia. Sementara sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit dengan kondisi semakin membaik.

Iklan

‘’Kalau hitungan kita tiga bulan dari awal Maret, April, Mei. Mei puncaknya. Mencapai puncak itu kalau kita sudah sampai fase epidemi. Makanya begitu ada warga yang hasil rapid test reaktif, kita sudah meminta kepada kabupaten/kota, untuk dipindahkan ke tempat khusus,’’ jelas Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 16 April 2020 kemarin.

Sebagian besar populasi berisiko sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) atau tes cepat. Yaitu tes cepat kepada tenaga kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa, Makassar.

Beberapa hari lalu, sebanyak 1.365 orang telah dilakukan tes cepat. Hasilnya, sebanyak 161 orang menunjukkan hasil reaktif. Dengan rincian sebanyak 188 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 7 orang atau 3,7 persen dengan hasil reaktif. Kemudian 705 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 46 orang atau 6,5 persen reaktif.

Selanjutnya,  472 PPTG perjalanan Gowa, Makassar diperiksa dengan hasil 108 orang atau 22,8 persen reaktif. Pada Rabu, 15 April 2020, dilakukan rapid test kepada 221 PPTG klaster Gowa, sebanyak 48 orang menunjukkan hasil reaktif.

  Bupati Dompu Ungkap 25 Orang Klaster Gowa di Dompu Positif Covid-19

Dengan adanya rapid test ini, kata Eka,  Pemda dapat memperkirakan dan mempersiapkan diri jika dalam beberapa hari ke depan akan ada lonjakan jumlah pasien positif Covid-19. Tetapi hal ini jangan dipandang sebagai hal yang buruk dan membuat panik.

‘’Justru, ini adalah perkembangan positif,’’ katanya. Karena Pemda telah memulai langkah yang benar, untuk melakukan penanganan yang cepat dan tepat. ‘’Sehingga semua pasien bisa sembuh dan masyarakat lainnya tidak terjangkit,’’ tambahnya.

Eka menjelaskan, klaster Gowa dan PPTG khususnya para TKI menjadi fokus untuk dilakukan rapid test. Dengan keluarnya imbauan dari pimpinan jemaah tabligh NTB kepada para jemaahnya, memudahkan petugas kesehatan melakukan penanganan dan tracing ke anggota keluarganya yang pernah melakukan kontak erat.

Eka menyebutkan, jumlah jemaah tabligh yang masuk klaster Gowa di NTB sebanyak 750 orang. Di mana, mereka dulunya pulang setelah kegiatan di Gowa Sulawesi Selatan melalui tiga pelabuhan. Yakni, Pelabuhan Lembar 250 orang, Pelabuhan Kayangan 250 orang dan Pelabuhan Bima 200 orang.

‘’Tapi kabarnya lebih dari itu. Makanya kita kejar. Sekarang baru 669 orang sudah dilakukan rapid test,’’ sebutnya.

Berdasarkan pengalaman, sekitar 60 – 80 persen orang yang menunjukkan hasil rapid test reaktif, berpotensi positif Covid-19. Sehingga potensi lonjakan pasien positif Covid-19 di NTB kemungkinan akan meningkat tajam.

‘’Artinya, masyarakat jangan kaget. Karena memang kita sekarang lebih intens melakukan rapid test,’’ pesannya.

Ia mengatakan, klaster Gowa menjadi perhatian karena kasus tertinggi positif Covid-19 di NTB berasal dari klaster ini. Sekarang klaster Gowa sudah kooperatif dilakukan penanganan oleh petugas medis. Dengan demikian maka mempermudah petugas kesehatan memberikan obat supaya yang bersangkutan tak menjadi carrier virus Corona.

  6.900 Hektar Hutan Rinjani Terbakar

Terkait potensi lonjakan pasien Corona, Eka mengatakan sudah berkomunikasi langsung dengan para bupati dan walikota se-NTB. Terutama, daerah-daerah yang berpotensi kasusnya akan naik dengan melihat data yang ada.

Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Dikes kabupaten/kota untuk menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan seperti tambahan ruang isolasi pasien Corona. ‘’Kita sudah punya ramalan sesuai data. Untuk mempersiapkan tambahan ruang isolasi,’’ katanya.

Saat ini, kata Eka, jumlah ruang isolasi pasien Corona di NTB sebanyak 84 tempat tidur. Pemprov juga menambah 4 RS rujukan Corona. Sehingga jumlah RS rujukan Corona di NTB menjadi 18 rumah sakit. Empat tambahan RS rujukan tersebut adalah  RS Bhayangkara, RSI Siti Hajar, RSUD Sumbawa dan RS Awet Muda Narmada.

Sementara 14 RS rujukan lainnya adalah RSUD NTB, RSUD dr. R. Soedjono Selong, RS H. L. Manambai Abdulkadir, RSUD Kota Bima, RSUD Kota Mataram, RSAD Korem Wirabhakti Mataram, RS Unram, RS. Harapan Keluarga, RS Siloam Mataram, RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat, RSUD Praya, RSUD Lombok Utara, RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat dan RSUD Dompu. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here