NTB Rencanakan Tes Cepat Massal

Ilustrasi tes cepat.(ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB merencanakan melakukan tes cepat alias rapid test massal untuk mengejar pemeriksaan satu persen dari 5 juta penduduk NTB. Saat ini, Pemprov masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang rentan dan berisiko terpapar Covid-19.

‘’Kita akan berusaha ke arah sana (rapid test massal) bila semua sudah terkendali. Mungkin pada saatnya NTB akan melakukan rapid test massal seperti daerah-daerah atau provinsi lain,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr, Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH di Mataram, kemarin.

Iklan

Eka mengatakan, pelaksanaan tes cepat massal memang sesuatu yang ditanyakan masyarakat ke call canter Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB. Ia mengatakan, saat ini petugas sedang fokus untuk melakukan pelacakan kontak (contact tracing) terhadap orang yang pernah berinteraksi erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kemudian petugas kesehatan yang memang berisiko terpapar Covid-19 karena sering bertemu dengan orang tanpa gejala (OTG). ‘’Secara aturan kita dapat menyatakan angka-angka yang benar, bila pemeriksaan Covid-19 mencapai satu persen dari penduduk NTB,” katanya.

Sedangkan untuk memetakan keberadaan kasus Covid-19 sesuai hitungan epidemiologi dalam satu juta penduduk dilakukan pemeriksaan swab kepada 3.500 orang. Sementara itu, jumlah sampel swab yang diperiksa hingga sekarang sebanyak 9.000 sampel.

‘’Untuk 5 juta penduduk NTB, paling tidak kita butuh 18.000 orang yang diswab. Ini menjadi target kita ke depan, orang berisiko dan rentan. Sehingga lebih awal kita tahu keadaan mereka. Apakah positif atau negatif Covid-19,’’ katanya.

Pemprov NTB mencatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB hingga Selasa, 16 Juni 2020 sebanyak 978 orang.  Ada penambahan sebanyak 21 orang penderita Covid-19 di bandingkan hari sebelumnya.

Dikatakan, kasus kematian karena Covid-19 di NTB  sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular. Seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis.

Sehingga masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular seperti di atas untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Dan  berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok. (nas)