NTB Rawan Rabies

Mataram (suarantb.com) – NTB merupakan daerah yang terancam penularan wabah anjing gila (rabies). Wabah rabies dari Bali, Sulawesi dan Flores yang diduga positif rabies dikhawatirkan dapat menular ke NTB.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram, drh. H. Diyan Riyatmoko, mengatakan NTB saat ini dikepung oleh daerah rabies dari timur (Flores), barat (Bali) dan utara (Sulawesi). Oleh karenanya, NTB berpotensi besar tertular.

Iklan

“Kalau ada penyelundupan-penyelundupan anjing dari beberapa lokasi tersebut, maka kita tertular,” katanya, Senin, 5 September 2016.

Untuk mengantisipasi terjadinya penularan wabah tersebut, Pemkot Mataram rutin melakukan eliminasi anjing liar. Sebab penyakit anjing gila menular dari anjing yang satu ke anjing yang lain melalui gigitan. Bukan melalui udara atau makanan dan minuman. Dan menurutnya, anjing liar beresiko tinggi tertular penyakit tersebut.

“Anjing yang digigit kan anjing yang mengumpul di jalan, bukan anjing yang diam diikat di rumah,” jelasnya.

Jika anjing liar yang berkeliaran di jalan terkena rabies, maka para pengguna jalan, pengendara sepeda motor maupun sepeda rawan pula tergigit dan tertular penyakit anjing gila tersebut. Sehingga pihaknya berupaya melakukan eliminasi anjing liar yang berada kawasan padat penduduk atau tempat-tempat umum.

Selain itu, tindakan eliminasi dirasa tidak cukup untuk melakukan tidakan pencegahan penularan wabah rabies. Diyan mengatakan perlu dilakukan penekanan populasi anjing liar dengan melakukan sterilisasi, yaitu dengan mengebiri anjing liar jantan. Serta mengurangi penumpukan sampah yang selama ini menjadi sumber pakan anjing-anjing liar di Kota Mataram.

“Tidak ada sampah, tidak ada makanan, maka anjing-anjing tersebut akan pindah,” pungkasnya. (rdi)

  50 Warga Loteng Terjangkit Demam Berdarah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here