NTB Provinsi Beruntung

Hendry Ch Bangun

NTB merupakan salah satu provinsi yang beruntung di Indonesia. Karena provinsi ini memiliki magnet besar pariwisata dan ekonomi sebagai tuan rumah penyelenggaraan balap motor bergengsi di dunia, MotoGP.

Pujian ini dilontarkan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun saat penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar atas kerjasama Dewan Pers, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta dan PWI NTB di Hotel Golden Palace, Minggu, 21 Februari 2021.

Iklan

‘’NTB ini beruntung sekali punya Sirkuit Mandalika. Semua provinsi ingin mendapat kesempatan, tapi hanya NTB yang dapat. Event apapun bentuknya nanti, NTB yang beruntung. Dampak ekonominya luar biasa, pasti itu,’’ ujar orang nomor dua di Dewan Pers ini.

Ia menyebut juga semangat Palembang yang melakukan upaya-upaya lobi agar dijadikan sebagai tuan rumah penyelenggaraan MotoGP. Palembang dalam event – event olahraga dianggap memiliki semangat luar biasa menjadi tuan rumah. Tapi NTB terpilih menjadi tuan rumah MotoGP.

Karena itu, Dewan Pers mendorong media-media di NTB membuat agenda pemberitaan terkait penyelenggaraan MotoGP pada Oktober 2021 ini. Agenda-agenda pemberitaan dimaksud adalah persiapan seluruh sisi menjadi tuan rumah MotoGP. Dari sisi UMKM, transportasi, penginapan, makan minum, serta dampak ekonomi lain yang akan dimunculkan.

‘’Saya yakin, besar dampaknya. Tapi kita selama ini lupa. Karena fokusnya bad news is good news,’’ kritiknya.

Hendry membandingkan dengan agenda olahraga PON (Pekan Olahraga Nasional) yang diselenggarakan  pembukaannya di Sumatera Selatan, penutupannya dilakukan di Jakarta. Karena daerah berambisi menjadi tuan rumah. Menjadi tuan rumah olahraga itu menurutnya sesuatu yang besar.

‘’Tapi teman-teman di NTB ini negatif saja, penggusuran saja diberitakan. Apa iya NTB segelap itu? Banyak hal-hal yang positif bisa diangkat,’’ katanya mengingatkan.

Hendry menambahkan, dari bacaannya, justru persoalan yang diangkat di sekitar KEK Mandalika adalah persoalan keluarga, bertengkar karena lahan. Hal-hal itu menurutnya bernilai kecil jika dibandingkan dengan potensi besar ekonomi pembangunan yang sudah ada di depan mata.  Persoalan keluarga ini menurutnya bisa diselesaikan di daerah.

‘’Coba teman-teman buat berita dari perspektif yang positif. Kalau ada persoalan ganti rugi lahan yang belum tuntas, oke, gak apa-apa. Beritakan. Tapi kan ada sisi lain yang lebih besar manfaatnya. Kita tidak mendukung siapapun. Tapi media jalankan undang-undang, kita bekerja untuk kepentingan publik,’’ imbuhnya.

UKW 2021 yang diselenggarakan di NTB, meluluskan sebanyak 49 wartawan berkompetensi sebagai wartawan Muda dan Madya. Dari total sebanyak 54 wartawan yang seharusnya diuji. UKW sebagai rangkaian Hari Pers Nasional dianggap penyelenggaraannya sukses setalah dua hari masa pengujian, 20 dan 21 Februari 2021.

Hendry berpesan kepada para wartawan yang sudah memiliki kompetensi untuk melaksanakan Undang-Undang Pers dengan sebaik-baiknya dalam semua hal. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional