NTB Perlu Deteksi Dini Potensi Konflik

Danrem 162/WB Kol. CZI. Ahmad Rizal Ramdhani (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Bentrok antara pemuda Lingkungan Karang Genteng Pagutan, Kota Mataram dengan warga Desa Bajur Kecamatan Labuapi Lombok Barat diharapkan tidak terulang. Perlu ada langkah antisipasi dan deteksi dini potensi bentrokan yang dominan disebabkan hal hal sepele.

Danrem 162/WB Kol. CZI. Ahmad Rizal Ramdhani mengaku sudah mengumpulkan semua Babinsa dan Danramil di bawah Kodim 1606/Lobar. Ia menekankan kepada Babinsa khususnya, untuk mendeteksi percikan kecil yang berpotensi menjadi bara konflik.

Iklan

‘’Kami tadi sudah pressure Danramil sampai Babinsa, setiap ada indikasi, keganjilan, harus segera diperbaiki. Jika ada percikan api segera dimatikan,’’ ujarnya mengilustrasikan potensi konflik dimaksud.

Ia mencontohkan konflik antara pemuda Karang Genteng dengan Bajur  dipicu persoalan sepele.  Diawali trek trekan sepeda motor, berlanjut saling ejek dan berujung bentrok hingga menyebabkan satu korban meninggal.

Padahal aksi trek trekan motor di Jalan  Lingkar Selatan adalah peristiwa yang terulang dan belum juga tuntas ditangani pihak berwenang. Untuk itu, ia menginstruksikan kepada seluruh Babinsa di wilayah teretori  Kodim Lobar, agar melakukan deteksi dini potensi konflik.

‘’Contoh anak-anak nongkrong jam 2 sampai jam 3 malam. Ini kan sudah ndak bener. Nanti kan kecenderungannya negatif. Nah, Babinsa kalau nemukan yang begini, langsung dibubarkan saja,’’ sarannya.

Selain upaya preventif itu, kegiatan patroli gabungan dengan kepolisian akan terus ditingkatkan. Tidak saja di Mataram dan Lombok Barat, juga di daerah lainnya di NTB. Terlebih jelang Natal dan tahun baru 2019, harus ada jaminan dari pihaknya dan kepolisian agar situasi tetap kondusif.

‘’Sebab kalau situasi tidak kondusif, wisatawan tidak jadi datang.  Ini kesadaran yang harus dibangun oleh warga,’’ katanya.

Terkait konflik dua kampung itu, Danrem memberikan apresiasi kedua pihak taat hukum. Khususnya warga Desa Bajur, keluarga korban yang meninggal menerima dengan lapang dan tidak akan melakukan aksi balasan. Terpenting penegakan hukum bagi pelaku. ‘’Keluarga korban taat hukum, itu yang kami apresiasi. Sehingga apa, bentrokan tidak meluas,’’ pujinya. (ars)