NTB Perketat Aturan Perjalanan, Masa Berlaku Rapid Test Antigen PPDN Tiga Hari

Ilustrasi Rapid Test Antigen (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov melakukan pengetatan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk ke NTB, baik melalui transportasi udara, laut dan darat. Masa berlaku hasil negatif rapid test atau uji swab PCR bagi PPDN yang menggunakan transportasi darat dan laut paling lama 3×24 jam atau tiga hari. Sedangkan bagi PPDN yang menggunakan transportasi udara, wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen atau uji swab PCR paling lama 2×24 jam atau dua hari.

Demikian diungkapkan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Zainal Abidin, M. Si di Mataram, Senin, 25 Januari 2021.  Hal tersebut sesuai Surat Edaran No. 360/112/BPBD.NTB/I/2021 tanggal 22 Januari 2021 tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Covid-19 di NTB.

Iklan

Surat edaran atas nama gubernur tersebut ditandatangani Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB. Aturan perjalanan bagi PPDN tersebut terdapat dalam poin kelima surat edaran tersebut.

Zainal mengatakan, PPDN harus mengikuti ketentuan, yaitu bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku.

Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR sesuai persyaratan bandara tujuan. Atau surat keterangan hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 2×24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.

Sedangkan bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi darat dan laut, wajib menunjulkkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau surat keterangan hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Ketentuan ini berlaku bagi semua golongan umur. Apabila hasil uji swab berbasis PCR atau uji Rapid Test Antigen pada pelaku perjalanan negatif/ nonreaktil. Namun menunjukkan gejala, maka tidak boleh melanjutkan perjalanan.

Dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik berbasis PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. Ditambahkan, ketentuan pelaku perjalanan di wilayah NTB tidak berlaku untuk moda transportasi perintis termasuk di wilayah perbatasan dan di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Sedangkan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) akan dilakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen. Apabila hasil pemeriksaannya negatif maka akan dikembalikan ke Kabupaten/Kota masing-masing untuk dilakukan karantina mandiri atau terpadu selama 5 hari. Sementara, jika hasil pemeriksaan positif akan dilakukan  Isolasi di Rumah Sakit

Satgas Covid-19 Provinsi NTB mencatat, jumlah warga luar NTB atau pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 297 orang. Dengan rincian, 114 orang sudah sembuh, tiga meninggal dunia dan 180 orang masih isolasi atau dalam perawatan.

Satgas juga mencatat, hingga Minggu, 24 Januari 2021, jumlah pelaku perjalanan di NTB sebanyak 109.511 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108.799 orang sudah selesai karantina atau discarded dan 712 orang masih karantina. Tersebar di Lombok Timur 81 orang, Sumbawa Barat 341 orang, Sumbawa 6 orang, Dompu 189 orang, dan Bima 95 orang. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional