NTB Optimis Jadi Zona Hijau, 300 Pasien Positif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mencatat terjadi penurunan penambahan kasus Covid-19 selama sebulan terakhir. Melihat penurunan angka penambahan kasus yang cukup signifikan, NTB optimis dapat berubah menjadi daerah zona hijau Covid-19 pada bulan September ini.

Di sisi yang lain, Dikes juga mencatat tingkat kesembuhan pasien Covid-19 cukup tinggi mencapai 78 persen. Bahkan, perawatan pasien Covid-19 bukan saja di rumah sakit rujukan atau rumah sakit darurat Covid-19. Tetapi, ada 300 pasien Covid-19 dengan gejala ringan atau pasien tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Iklan

‘’Sekitar 300 pasien yang isolasi mandiri. Tetapi pasien tetap melapor. Ada komunikasi dengan dokter Puskesmas untuk mengawasi. Setelah 10 hari, masa isolasi selesai, dilaporkan kembali,’’ ujar Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P3L) Dikes NTB, IDG. Oka Wiguna, SKM, M.Kes dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 10 September 2020 siang kemarin.

Oka menyebutkan, sekitar 300 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri ini bagian dari 460 pasien yang masih positif. Berdasarkan data Dikes NTB sampai Rabu, 9 September 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di NTB sebanyak 2.900 orang.

Dengan rincian, 2.269 pasien sudah sembuh, 171 pasien meninggal dan 460 pasien masih isolasi dan dalam perawatan. Sebanyak 460 pasien positif yang masih isolasi tersebut tersebar di Kota Mataram sebanyak 191 orang, Lombok Barat 138 orang, Lombok Tengah 27 orang, Lombok Utara 10 orang, Lombok Timur 35 orang, Sumbawa Barat 3 orang, Sumbawa 20 orang, Dompu 5 orang, Bima 8 orang dan Kota Bima satu orang. Sedangkan pasien positif Covid-19 dari luar Provinsi NTB yang masih isolasi sebanyak 17 orang.

Oka menjelaskan tidak semua pasien positif Covid-19 bergejala ringan atau tak bergejala diperbolehkan isolasi mandiri. Tetapi ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. ‘’Pasien yang terkonfirmasi positif punya gejala ringan boleh isolasi mandiri dengan catatan,’’ katanya.

Sebelum isolasi mandiri, pasien harus bertemu dengan dokter penanggung jawab. Dari sana, dilihat kondisinya apakah boleh isolasi mandiri atau tidak.

Kemudian, rumah pasien yang akan melakukan isolasi mandiri juga harus memenuhi syarat. Di rumah pasien tidak boleh ada lansia dan bayi atau orang yang punya penyakit komorbid.

‘’Sehingga tak terjadi penularan di rumah selama menjalani isolasi mandiri. Termasuk juga kondisi rumahnya, harus punya kamar mandi di dalam, punya ventilasi yang bagus. Kalau persyaratan tak dipenuhi, pasti dirawat di rumah sakit sampai sembuh,’’ terang Oka.

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di NTB, Oka mengaku optimis NTB akan segera berubah dari zona oranye menjadi zona hijau. ‘’Kalau lihat trennya kita optimis. Apalagi minggu depan, penerapan sanksi denda tak pakai masker. Artinya, faktor risiko penularan paling tinggi  melalui saluran pernapasan, lewat disiplin penggunaan masker,’’ katanya.

Ia menyebutkan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di NTB cukup tinggi, bahkan berada di atas rata-rata nasional. ‘’Artinya dari sisi pengelolaan kasus sudah berjalan baik,’’ terangnya.

Namun dari sisi positive rate, angkanya masih tinggi mencapai 10 persen. Sesuai standar World Health Organization (WHO), positive rate harus berada di bawah 5 persen. Artinya, jika ada satu kasus, tracing kontak minimal dilakukan kepada  20 orang yang pernah kontak erat. ‘’Sehingga gambaran penularan lebih luas. Semakin banyak yang diperiksa, semakin kelihatan hasilnya,’’ katanya. (nas)