NTB Minta PPTKIS Pulangkan Seluruh CPMI di Penampungan

M. Agus Patria. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB meminta kepada seluruh Perusahaan Pengerah TKI Swasta (PPTKIS) agar memulangkan para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang saat ini masih ditampung di luar daerah.

Kepala Dinas Nakerstran Provinsi NTB, Dr. Muhammad Agus Patria, SH, MH dan jajaran telah berkoordinasi dengan PPTKIS yang akan memberangkatkan calon pekerja migran untuk penempatan bekerja di sejumlah negara. Namun pemberangkatan tertunda akibat wabah Covid-19.

Iklan

Kepada Suara NTB di Mataram, Senin, 13 April 2020, Agus Patria mengatakan, CPMI yang belum jelas pemberangkatannya, diminta untuk dikembalikan ke kampung halamannya. Kecuali, CPMI yang masih tetap ingin bertahan di penampungan. Dengan catatan, harus jelas standar keamanannya di tengah wabah covid-19.

Diketahui ada sejumlah perusahaan yang masih menampung CPMI di tempat penampungannya di Jakarta dan Surabaya. Agus Patria mengatakan, diantaranya yang ditampung ini menginginkan pulang dan menunggu waktu pemberangkatannya kembali dari kampung halaman. “Tapi perusahaan ini takut juga kalau dipulangkan. Khawatir CPMI ini tidak mau berangkat lagi, atau berangkat dari perusahaan lain. Karena perusahaan sudah mengeluarkan biaya,” katanya.

Perusahaan meminta jaminan, jika dipulangkan, CPMI bersedia diberangkatkan kembali saat situasi kembali pulih. “Kita sudah bicarakan. Tidak perlu khawatir. Karena pemerintah nantinya akan memberikan proteksi. Baik kepada perusahaan, maupun kepada CPMI agar tidak berangkat dari perusahaan lain nantinya,” imbuh Agus Patria.

Pemprov NTB belum mendapatkan data detail jumlah CPMI yang saat ini masih dalam penampungan di luar daerah. Namun dipastikan mencapai ratusan orang. Rencana negara penempatannya rata-rata Asia Pasific. Sikap Pemprov NTB jelas, meminta perusahaan memulangkannya sementara ini. “Perusahaan jangan khawatir berlebihan. Kalau sudah mengeluarkan biaya pembelian tiket dan biaya-biaya lainnya sampai jutaan per orang, kita pastikan tidak akan memberikan rekom kepada CPMI ini kalau mau berangkat menggunakan perusahaan lain setelah dipulangkan. Kita berikan proteksi,” jelasnya.

Jaminan pemerintah daerah kepada perusahaan dan CPMI ini, agar sama-sama tidak merugikan satu pihak. Untuk memastikan perusahaan memperlakukan CPMI di penampungan sebaik mungkin saat corona ini, Pemprov NTB punya tim yang rencananya akan inspeksi. Namun terkendala akibat wabah corona.

“ke wilayah Jakarta tidak bisa masuk kita karena situasi covid. Makanya kita ingatkan perusahaan memperhatikan standar pelayanannya. Batasi mereka bertemu dengan orang, jaga jarak. Atau kalaupun mau dipulangkan, pastikan CPMI benar-benar steril. Periksa dulu kesehatannya. Jangan juga pulang bawa penyakit,” demikian Agus Patria. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional